Waspada…!!! Wabah Covid-19 Dapat Menjadi Awal Kehancuran

oleh -56 views

PADANG,SUMBARTODAY-Corona disease 2019 (Covid-19) yang disebabkan SARS-CoV-2, kian menjadi ancaman serius bagi populasi umat manusia yang ada di muka bumi. Banyak negara yang tidak siap menghadapi kemungkinan serangan wabah yang kini dianggap sebagai pandemi ini.

F. William Engdahl dalam tulisannya yang berjudul Coronavirus, Vaccines and the Gates Foundation  menuding adanya sebuah rekayasa yang sudah lama direncanakan oleh Bill Gates dan yayasannya.

“Sebenarnya pandemi global seperti flu adalah sesuatu yang telah disiapkan Gates dan yayasannya selama bertahun-tahun,” tulis William.

Lepas dari persoalan konspirasi Gates, hingga kini Corona belum memiliki antivirusnya.
Vaksin yang dikembangkan di sejumlah perusahaan ternama masih dalam tahap uji coba sementara kematian setiap harinya makin memprihatinkan. China sebagai satu-satunya negara yang berhasil melawan wabah tersebut, lebih mengutamakan sistem imun dari setiap orang yang terpapar.

Penyebaran Virus Corona di Indonesia diatasi dengan cara medis.

Padahal tenaga medis yang bertugas di daerah tanggap darurat telah diberikan tambahan insentif oleh pemerintah.

Berdasarkan pengakuan seorang artis Indonesia, Melanie Subono, yang ingin memeriksakan diri karena dicurigai terpapar Corona, harus merogoh kocek sendiri membiayai serangkaian pemeriksaan, itupun bukan untuk mengetahui terpapar Corona atau tidak.

Sebuah tim yang dibentuk pemerintah dan diberi nama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pun terkesan tidak sigap bertindak.

Pintu masuk bandara selalu saja dibiarkan terbuka, seperti sengaja dibiarkan tanpa adanya pemeriksaan ketat dari petugas medis.

Dengan kondisi yang makin hari makin bertambah korban yang terpapar Corona, masyarakat Indonesia terancam. Hampir semua daerah mengisolasikan orang-orang yang diberi status Orang Dalam Pemantauan, sementara tidak ada pemeriksaan SWAB yang diharuskan oleh prosedur.

Sepertinya tidak ada jalan lain dalam mengatasi penyebaran Corona ini selain inisiatif untuk menggunakan hand sanitizer, masker, mengisolasi diri, dan membangun sistem imun tubuh.

Soal masker, dalam situasi darurat ini sejumlah politisi memborong masker yang kemudian dibagikan untuk kepentingan pencitraan.

Alhasil, masker menjadi barang yang sangat langka di apotik ataupun supermarket. Seharusnya politisi berpikir dan mengambil langkah penting sebagai usaha penyelamatan. Mengembalikan masker ke pasar dan membiarkan mekanisme pasar berlaku atas masker-masker itu sehingga masyarakat bisa membelinya.

Situasi ini mengingatkan pada seorang profesor Fisika, yaitu Stephen Hawking. Ilmuwan ini pernah meramalkan adanya ras baru manusia super. Seperti yang dilansir The Times, ilmuwan paling terkenal di dunia abad ke-20 ini menunjukkan bahwa rekayasa genetika kemungkinan akan menciptakan spesies virus baru yang dapat menghancurkan umat manusia.

Ia menyarankan bahwa orang kaya akan segera dapat memilih untuk mengedit DNA mereka sendiri dan anak-anak mereka untuk menciptakan manusia super dengan daya ingat yang meningkat, ketahanan terhadap penyakit, kecerdasan dan umur panjang.

“Mungkin akan ada hukum yang dibuat melawan rekayasa genetika pada manusia. Namun beberapa orang tidak akan bisa melawan godaan untuk meningkatkan kemampuan manusia, seperti memori, ketahanan penyakit, dan juga usia hidup,” kata penulis buku Brief Answers To The Big Questions ini.

Terkait pandemi Corona, siapa yang bertahan dan tidak mati, selain yang berhasil membangun imun tubuh, besar kemungkinannya adalah orang yang telah berhasil melakukan rekayasa genetika melalui vaksin yang membuat tubuhnya tahan penyakit.

Para ilmuwan harus mengambil peranannya dalam penemuan vaksin.

Intinya adalah kelangsungan hidup ras manusia di planet ini harus diselamatkan. Biarlah kiamat sebagai akhir hidup manusia di bumi menjadi urusan Tuhan, bukan urusan konspirasi depopulasi.

Apapun solusi yang akan dan telah didapat oleh ilmuan, manusia tetaplah manusia yang didalam dirinya ada rasa takut.

Rasa takut inilah yang akan menghantui manusia dari kematian. Namun bagi orang mempercayai akan adanya Tuhan sang penguasa dan pencipta Alam semesta ini, tidak akan takut akan ancaman virus pencabut nyawa tersebut.

Dikutip dari laman the Telegraph, berikut kronologi penyebaran Virus Corona yang mulanya berasal dari Wuhan:

Berikut kami sajikan kronologi Wabah Virus Corona desease 19

31 Desember 2019: Komisi Kesehatan Publik Wuhan melaporkan sebuah wabah penyakit mirip pneumonia merebak dengan 27 kasus dipastikan positif. Pemerintah kemudian mengungkap gejala awal virus ini sudah muncul sejak awal Desember, terutama di sekitar Pasar Makanan Laut Huanan, Wuhan.

9 Januari 2020: Ilmuwan mengidentifikasi sebuah virus baru sebagai penyebab wabah penyakit ini. Penularannya disebabkan virus corona jenis baru, mengingatkan orang akan wabah SARS yang menyebar dari China pada 2002. Virus corona bisa menulari baik hewan dan manusia, tapi jenis baru ini belum diidentifikasi menulari antar-manusia.

12 Januari 2020: Pemerintah mengumumkan kematian pria 61 tahun dari Wuhan yang terjangkit virus corona tiga hari sebelumnya.

13 Januari 2020: Kasus pertama di luar negeri tercatat di Thailand.

16 Januari 2020: Kasus serupa terjadi di Jepang, yang pertama di negara itu.

20 Januari 2020: Virus corona menyebar. Dua pasien lagi terbukti positif di luar China, Korea Selatan dan Taiwan.

Sepekan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ada kemungkinan penularan bisa terjadi antar-manusia, ahli kesehatan di China membenarkan virus itu menyebar dari manusia ke manusia.

21 Januari 2020: Amerika Serikat mengumumkan kasus pertama, seorang pria berusia 30-an tahun dari Negara Bagian Washington, yang baru pulang dari Wuhan.

22 Januari 2020: China mengatakan virus ini mampu beradaptasi dan bermutasi. Orang asing kedua terinfeksi di China–seorang warga Thailand. Kini ada empat kasus di Thailand.

23 Januari 2020: China mengumumkan tiga kota dikarantina, sekitar 20 juta warga dilarang keluar.

25 Januari: Dokter Liang Wudong (62) yang bertugas di Rumah Sakit Hubei Xinhua Wuhan, juga dikabarkan meninggal dunia karena vrus corona. Informasi itu disampaikan lewat pemberitaan stasiun televisi China Global Television Network.

Pemerintah Malaysia mengumumkan empat orang dipastikan terinfeksi virus corona.

26 Januari: 56 orang meninggal di China karena virus corona. Lebih dari 2000 lainnya terinfeksi.

27 Januari: Korban meninggal dunia bertambah menjadi 80 orang.

Dari pengamatan kita beberapa minggu terakhir Covid-19 akan menjadi wabah yang akan menghancur kan kesombongan negara adidaya yang memiliki kekuatan besar.

Bagi kita yang mempercayai adanya Tuhan sepertinya wabah ini perlu diwaspadai, mari kita patuhi aturan pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi dampak yang akan terjadi, dengan tidak meninggalkan perintah Tuhan, kita tidak perlu takut, takutlah hanya kepada Allah SWT semata.

Kembali ber-IMAN adalah solusi tiap permasalahan..!!

IMAN yang benar adalah solusi dari setiap permasalahan yang sedang kita hadapi di akhir zaman ini. mari perbaiki iman kita. kembalilah bertaubat, bersihkanlah diri kita dari setiap dosa yang telah kita perbuat, baik yang disengaja maupun tidak.

Manusia adalah umat yang satu, sekarang kita terpecah-pecah, kita sering melupakan, kemanakah kita akan kembali, dari mana kita berasal, mengapa kita di dunia ini, pertanyaan ini sering kali menjadi teka teki yang tak terjawab.

Ada baiknya kita memperhatikan kejadian demi kejadian di dunia, berikut kami kutip dari tulisan yang diterbitkan 24 Maret 2020, Oleh Giacomino Nicolazzo

Giacomino Nicolazzo adalah salah satu penulis yang paling dicintai di Italia. Lahir dan dibesarkan di Pennsylvania Tengah AS, ia tinggal di sebuah desa kecil di Lombardy di mana ia menulis buku-bukunya. Montecalvo, Lombardy, Italia.

Saat saya duduk di sini di luar kemauan saya melakukan isolasi mandiri, baru saja dilaporkan bahwa dalam semalam 743 lebih banyak orang meninggal dan 5.249 kasus baru telah dilaporkan. Ini membuat total kasus infeksi menjadi 69.176 dan jumlah yang meninggal menjadi 6.820. Kami lega mengetahui bahwa 8.326 orang telah pulih sejauh ini. (Angka pada 3/24, 8:30 malam di Italia).

Sebagian besar kota di Italia, dari hulu pegunungan Alpen hingga pantai kuno Sicilia dan Sardenia, meski tidak sepi, jadi lebih mirip kota hantu daripada pusat pariwisata, bisnis, padahal kehidupan sehari-hari yang ramai, hanya selang beberapa minggu yang lalu .

Toko dan toko telah ditutup. Restoran dan kedai kopi tidak lagi melayani pelanggan. Sekolah, universitas, arena olahraga … bahkan museum dan teater kami … semuanya ditutup. Bahkan Kota Vatikan telah menutup gerbang dan patroli bersenjata memonitor dinding setinggi 20 kaki yang melindunginya!

Jalan-jalan dan jalan-jalan sekarang kosong sejauh mata memandang. Biasanya mereka akan diisi dengan pengemudi Italia yang gila dengan mobil kecil dan skuternya (yang terdengar seperti serangga iblis) melesat ke sana-sini, mencapai batas kekuatan sentrifugal di bundaran kami. Di piazze kota-kota kami, sekarang ada lebih banyak merpati daripada manusia. Banyak dari kami yang tahu siapa siapa yang telah terinfeksi dan pulih. Beberapa dari kami mengenal seseorang yang tidak pulih … sekarang mereka sudah mati. Tetapi semua orang mengenal siapa saja yang telah dipengaruhi oleh monster mikroskopis ini dengan satu atau lain cara.

Enam puluh juta dari kami terkunci … itu seperti zona perang di sini. Kami ditahan di rumah kami sendiri oleh musuh tak terlihat yang menyelinap masuk tanpa disadari … oleh kebanyakan dari kami. Seperti yang akan Anda baca hanya dalam beberapa menit lagi, bahwa ada orang-orang yang tahu sesuatu seperti ini akan datang … atau setidaknya mereka seharusnya tahu.

Jadi siapa yang harus disalahkan? Dengan semua kegilaan ini berputar-putar seperti pusaran air di kaki kami, aku hanya harus menemukan jawaban yang tepat. Maka saya sengaja menghabiskan waktu luang saya (yang saya punya banyak hari² belakangan ini) untuk menggali dan meneliti.
Saya benar-benar terkejut menemukan bagaimana semua hal ini terjadi. Saya tidak akan membuat Anda bosan dengan pembicaraan tentang Pasien ‘0’ yang menyebarkannya kepada
Pasien ‘1’ dan bagaimana matematika secara efisien menjelaskan penyebaran infeksi yang cepat. Tidak … saya akan memberi tahu Anda caranya (seperti yang saya lihat) virus datang ke Italia.

Itu ada hubungannya dengan komunisme. Izinkan saya menjelaskan. Dimulai sekitar tahun 2014, Matteo Renzi, mantan walikota Firenze (Florence) yang dungu bertindak sebagai pemimpin Partito Democratico (identik dengan partai Komunis Italia), entah bagaimana berhasil menjadikan dirinya terpilih sebagai Perdana Menteri Italia. Untuk memberi Anda kerangka referensi yang tepat, Matteo Renzi sudah sangat jauh, ia akan membuat Barack Obama terlihat seperti Barry Goldwater!

Pada saat yang sama ketika Renzi memimpin Italia sampai terlupakan, hal-hal aneh terjadi di ekonomi Italia. Bank gagal … tetapi tidak ditutup. Usia pensiun diperpanjang … untuk beberapa alasan, dana pensiun menyusut atau menghilang. (Kok mirip di negara +62 ya?) Pajak penjualan nasional yang kami sebut IVA (Pajak Pertambahan Nilai) naik dari 18% menjadi 20%, lalu menjadi 21% dan lagi menjadi 22%.

Dan di tengah-tengah semua kekacauan keuangan ini, orang-orang Cina mulai seperti orang kesetanan memborong real estat dan bisnis-bisnis Italia di Utara.

Sekarang alasan saya menyebutkan Renzi dan orang Cina bersama adalah bahwa hal-hal aneh juga terjadi antara pemerintah Italia dan Cina. Sebuah mata tertutup sedang beralih ke cara Cina membeli bisnis di sektor keuangan, telekomunikasi, industri dan mode di ekonomi Italia, yang semuanya berlangsung di Milano.

Singkatnya … China lolos dari aturan pembelian dan akuisisi yang melanggar hukum Italia dan Perjanjian Perdagangan UE dengan AS dan Inggris … dan tidak ada seorang pun di kedua negara tersebut (bukan Obama di AS atau Cameron di Inggris) yang mengatakan hal dalam pertahanan negara mereka. Faktanya, sebagian besar info tentang itu disembunyikan dari publik di ketiga negara.

Pada tahun 2014, China menanamkan modal di ekonomi Italia dengan € 5 miliar melalui pembelian perusahaan masing-masing dengan biaya kurang dari € 100 juta. Pada saat Renzi meninggalkan kantor (dalam kehinaan) pada tahun 2016, akuisisi Cina telah melebihi €52 miliar. Ketika debu mereda, Cina memiliki lebih dari 300 perusahaan … mewakili 27% dari perusahaan² besar Italia.

Bank of China sekarang memiliki lima bank besar di Italia … yang semuanya telah diam-diam (dan secara ilegal) didukung oleh Renzi menggunakan dana pensiun yang dicuri! (Jadi ingat Jamsostek dan Asabri mungkin juga Taspen atau lainnya🤷🏻‍♂️). Segera setelah itu, Bursa Efek China Milano dibuka dan banyak kekayaan Italia disalurkan kembali ke daratan Cina.

Entitas negara Tiongkok memiliki perusahaan telekomunikasi utama Italia (Telecom) serta utilitas utamanya (ENI dan ENEL). Setelah masuk ke pasar telekomunikasi, Huawei mendirikan fasilitas di Segrate, pinggiran kota Milano. Itu meluncurkan pusat penelitian pertama di sana dan bekerja pada studi gelombang mikro yang (di situ dan dengan dukungan para peneliti Eropa) telah menghasilkan teknologi yang mungkin berbahaya yang kita sebut 5G.

China juga sekarang adalah pemilik saham pengendali di Fiat-Chrysler, Prysmian dan Terna. Anda akan terkejut mengetahui bahwa ketika Anda meletakkan satu set ban Pirelli di mobil Anda, keuntungannya akan pergi ke Cina. Benar … raksasa China di ChemChina, titan industri kimia, telah membeli perusahaan itu juga!

Terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah Ferretti yacht … pembangun kapal pesiar paling bergengsi di Eropa. Hebatnya, itu tidak lagi dimiliki oleh keluarga Ferretti.

Tetapi sektor di mana perusahaan Cina berinvestasi paling banyak adalah industri mode Italia yang menguntungkan. Merek Pinco Pallino, Miss Sixty, Sergio Tacchini, Roberta di Camerino dan Mariella Burani telah diakuisisi 100%.

Desainer Salvatore Ferragamo menjual 16% dan Caruso menjual 35%. Kasing paling terkenal adalah Krizia, dibeli pada tahun 2014 oleh Shenzhen Marisfrolg Fashion Company, salah satu rumah mode pakaian mahal dan siap pakai papan atas di Asia.

Di sepanjang semua pembelian dan akuisisi ini, pemerintah Renzi memberi orang China akses tanpa batas dan bebas ke Italia dan pasar keuangannya, banyak yang masuk tanpa inspeksi pabean.

Secara harfiah, puluhan ribu orang Cina masuk melalui Milano (secara ilegal) dan kembali membawa uang, teknologi, dan rahasia perusahaan.

Ribuan lagi diizinkan masuk dan menghilang ke bayang-bayang Milano dan kota-kota manufaktur lainnya di Lombardy, hanya untuk muncul di toko-toko jahit ilegal, memproduksi pakaian desainer tiruan dan menempelkan label ‘Made In Italy’ di atasnya. Semua dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah Renzi.

Tidak sampai ada perubahan dalam partai yang memerintah di Italia bahwa pabrik-pabrik bergaji rendah (pabrik² keringat) dan masuknya dan keberangkatan warga negara Cina secara ilegal dihentikan dan dicegah. Matteo Salvini, mewakili partai Lega Nord, menutup pelabuhan Italia bagi para imigran dan secara sistematis mulai membongkar pabrik-pabrik bergaji rendah (pabrik² keringat) dan mendeportasi mereka yang berada di Italia secara ilegal.

Tapi naiknya dia ke kekuasaan berumur pendek. Italia adalah negara komunis … sosialisme ada dalam DNA nasional. Cara-cara ditemukan untuk menghapus Salvini, setelah itu partai komunis, di bawah arahan Giuseppe Conte, membuka kembali pelabuhan. Segera, ribuan pengungsi yang tidak diperiksa dan tidak berdokumen dari Timur Tengah dan Afrika Timur mulai berdatangan lagi. Akses kembali diberikan kepada orang Cina, di bawah ketentuan lama, dan sebagai akibatnya ribuan orang Cina, mayoritas dari Wuhan, mulai tiba di Milano.

Pada bulan Desember tahun lalu, pohon koronavirus pertama kali ditemukan di Lombardy … di lingkungan komunitas China. Tidak ada keraguan di antara pejabat medis senior bahwa virus itu dibawa ke sini dari China.

Pada akhir Januari 2020 kasus dilaporkan di sana dan sini, Pada pertengahan Februari 2020, virus itu mulai membanjiri rumah sakit dan klinik medis Lombardy secara serius. Mereka sekarang dalam keadaan runtuh.

Politisi-politisi kiri menjual dan mengkhianati rakyat Italia dengan kebijakan perbatasan terbuka dan program keadilan sosial. Salah satu alasan sistem perawatan kesehatan runtuh begitu cepat adalah karena pemerintah Renzi (dan sekarang berlanjut di bawah pemerintahan Conte) mengalihkan dana yang dimaksudkan untuk mempertahankan sistem medis, untuk membayar puluhan ribu orang imigran dibawa ke Italia melawan kehendak rakyat Italia.

Jika Anda ingat gempa bumi dahsyat yang meluluhlantakkan desa-desa di sekitar Amatricia, di pegunungan sebelah timur Roma pada 2015, Anda juga akan ingat bagaimana dunia merespons dengan mengirimkan jutaan dolar untuk membantu mereka yang terkena dampak.

Tetapi ada hukum di Italia yang mencegah sumbangan pribadi untuk organisasi amal (LSM) Italia. Semua uang dan sumbangan yang diterima harus diserahkan kepada lembaga pemerintah, yang pada gilirannya akan menyesuaikan dana sesuai kebutuhan. Tetapi lembaga pemerintah itu korup sama seperti lembaga² pemerintah lainnya. Sebagian besar uang itu tidak pernah mencapai satu korban pun di pegunungan. Pemerintah Renzi mengalihkan sebagian besar dana itu untuk membiayai imigran gelap dan pengungsi yang terus meningkat.

Ketika ekonomi memburuk akibat terbebani imigran gelap, ditambah dengan pengeluaran pemerintah yang tidak mampu dan boros, pengangguran meningkat dengan cepat … terutama di kalangan kaum muda. Tingkat pengangguran untuk pria dan wanita di bawah usia 35 mendekati 40%. Jadi lebih banyak uang dialihkan dari sistem perawatan kesehatan dan digunakan untuk membayar apa yang dikenal di sini sebagai penghasilan terjamin. Apakah Anda bekerja atau tidak, di negara ini Anda dibayar/digaji, terutama jika Anda milik PD! Pemerintah hanya menaikkan pajak bagi mereka yang bekerja.

Biarkan saya memberi Anda contoh cepat dari ketinggian kegilaan dimana pajak Italia telah meningkat. Jika Anda tinggal di sebuah bangunan yang memiliki satu balkon atau lebih … dan salah satu dari balkon itu membuat bayangan di tanah, Anda harus membayar pajak bayangan! Saya kira apa yang saya maksud sudah jelas. Saya tidak akan mengatakan apa-apa lagi!

Poin yang saya coba sampaikan di sini adalah bahwa tidak hanya orang Cina membawa virus ke Italia (dan seluruh dunia), politik dan kebijakan ekstrim kiri juga memfasilitasi hal itu.

Mudah-mudahan ini seharusnya menjadi peringatan bagi Dunia bahwa sementara mereka berusaha membersihkan diri dari Virus China, mereka juga harus berusaha keras untuk menyingkirkan pemerintah mereka dari politisi mana pun yang mengkhianati konstitusi dan mengabaikan hukum negara yang polos dan sederhana.

Akankah Indonesia dijadikan seperti Itali ? kitalah sebagai Pribumi yang akan menentukan, akan dibawa kemana negeri ini. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *