Corona Virus Desease-19 Tak Perlu Terlalu Ditakutkan

oleh -36 views

PADANG,SUMBARTODAY– Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.

Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID 19. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan mulai dari infeksi paru-paru berat hingga kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia.

Walaupun lebih bayak menyerang lansia, virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Virus Corona - Alodokter

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).

Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan lockdown. Yang bertijuan mencegah penyebaran virus Corona.

Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
  • Batuk
  • Sesak napas

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter

Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain. Bila muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu Anda lakukan dan obat apa yang perlu Anda konsumsi.

Bila Anda memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko Anda tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Anda bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Alodokter agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat membantu Anda.

Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.

Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Rapid test sebagai penyaring
  • Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak
  • CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

  • Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Infeksi sekunder pada organ lain
  • Gagal ginjal
  • Acute cardiac injury
  • Acute respiratory distress syndrome
  • Kematian

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

 

(Berikut surat terbuka Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), bertanggal Sabtu, 16/5/2020)

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk.  Meski negara adidaya seperti  Amerika pun menderita, bahkan  kasusnya terbanyak di dunia dan  kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.amerika rusuh, George Floyd mati ditangan polisi, amerika seakan tak mampu meredam gejolak massa. negara Adidaya ini seakan kehilangan kekuatannya. itulah sangsi yang diterima Amerika, alam bekerja dengan sangat teliti siapa yang bersalah akan menerima ganjarannya.

Di Eropa pun demikian juga  korbannya juga cukup banyak. Apalagi  khusus di negara  Italia sangat parah boleh dikatakan  terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .

Saat ini  mereka semua mulai  menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini utk memulai kehidupannya lagi .

Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu  menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona  . Dimana dia sangat yakin vaksin  unggulan nya akan siap  18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mungkin dia mengacu ketika flu Spanyol 1918 selesai.  Terjadi  perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

Anthony Fauci  mengatakan awas kalau ada negara yang cepat-cepat membuka lockdown-nya pasti akan mengalami  perburukan  penularan coivid  dan wabah akan lebih dahsyat lagi.

Sedangkan WHO menyatakan  tidak akan pernah ada vaksin sebelum akhir 2021.

Dr David Nabarro seorang professor dari global health di Imperial College London dan sekarang sebagai special envoy WHO untuk covid 19.Mengatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan pernah ada vaksin yang efektif utk corona. Memang ada penyakit-penyakit yang tidak ditemukan vaksinnya contoh nya HIV AID, Dengue. Maka kita harus bisa hidup berdamai dengan corona.

Menurut saya andaikan vaksin dari Bill Gates dkk  benar siap kita harus ingat  ketika Ejikman melakukan  sequencing virus strain indonesia ternyata  karakter  virus kita berbeda dengan virus yang beredar di negata yang sedang getol mengadakan ujicoba  vaksin yang akan diproduksi besar-besaran untuk sedunia.

Kita harus hati-hati disini., berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di indonesia  maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif)

Kalau kita   melihat negara China ,  Wuhan telah kembali memulai kehidupan baru setelah Corona , dengan tanpa vaksin tapi menggunakan obat tradisional.

China menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi corona dari awal , terus Lockdown  dan kemudian corona terhenti setelah itu ekonomi sdh mulai bangkit kembali.

Tidak perlu heran  karena  China negara dg azas otoritarian

Maka dalam menghadapi emergency seperti wabah corona ini desicion making sangat efektif ,  komunikasi searah sangat cepat tanpa kendala ,sangat dibutuhkan.

Dan ini hampir tidak mngkin terjadi di negara-negara yang menganut azas demokrasi , yang selalu ada pro kontra sehingga suatu keputusan makan waktu lebih banyak .

China  dengan jelas menunjukkan kepada dunia bahwa dia bisa bangkit tanpa vaksin dan mereka siap dengan gelombang kedua  dengan virus yang berbeda pula.Bisa tuh.

Di samping itu kalau kita  mendengarkan   Bill Gates dkk   yang sudah invest dananya di dalam bisnis vaksin  dunia ,  mau tidak mau  kita ya harus ikutin  maunya mereka  Maka  kita harus perpanjang psbb  diam saja di rumah.  Ekonomi kita  akan nungsep lebih dalam lagi  sampai  tahun 2021 berakhir ?   Apakah itu yang kita pilih ? nunggu vaksin yang belum tentu jadi dan belum tentu cocok .Berpikirlah saudaraku setanah air

mari kita ingat pendapat lain dari seorang expert yang bernama Dr Nabarro yang tidak ada pretensi dalam bisnis vaksin mengatakan pendapat yang jujur seperti diatas, hidup berdamai dengan corona , tapi tetap waspada.

Kita harus berada diantara itu.Kita harus mengukur diri kita sendiri dengan jujur ada di posisi mana kita berdiri ? Kita harus bangkit dari keterpurukan ini. Tapi kita juga selamat dari corona. Sudah cukup kita diam di rumah sudah cukup kita tidak bekerja normal tidak sekolah seperti biasanya .Sampai kapan kita harus mulai ? Pak presiden sudah tiup peluit , memukul genderang untuk bergerak tapi semoga  aturan pemerintah tidak bertambah banyak.Misalnya, boleh naik kapal terbang tapi saratnya banyak  dan akhirnya yang bisa terbang sedikit .Dari segi ekonomi  tidak menguntungkan.

Kalau mau melonggarkan PSBB, longgarkan saja aturan2 yg sudah ada. Jangan bikin aturan baru, lakukan dengan bertahap.

Misal KRL tidak boleh jalan tadinya , oke sekarang boleh tapi isinya jangan 100% dulu, mngkin mulai dar 50 % terus 70%  dulu dan seterusnya. Ini sdh betul

Pergerakan warga adalah sumbu pergerakan ekonomi  setidaknya ekonomi rakyat yang harus nomer satu bangkit  , kalau ekonomi rakyat bangkit pemerintah akan lebih ringan tugasnya dalam memenuhi social safety net nya . Mungkin sudah tidak akan diperlukan lagi .

Kalau pergerakan  warga  dibatasi terus bagaimana ekonomi bisa   hidup lagi? Yang harus diingat adalah pergerakan warga tidak menimbulkan penyebaran  corona lebih buruk.

Kita harus berjalan diantara pilar yang seimbang , pergerakan warga dengan cara yg sehat , hati-hati  harus pakai masker , jarak satu meter dengan lainnya,  dan tidak bersentuhan  dan cuci tangan .  Hidupkan lagi perilaku hidup bersih sehat . Ingat jangan terlalu takut penularan corona hanya lewat droplet ( WHO) , mestinya dengan masker  cuci tangan dan  berjarak sudah cukup.

Pihak pemerintah hendaknya menyediakan sarana swab test molecular base  made in Indonesia berdasar virus strain Indonesia  karena lebih valid.  BPPT sudah siap ,  mudahkan rakyat menjangkaunya.Siapkan pula primer utk PCR di laboratorium, dengan basis virus strain Indonesia juga

Siapkan RS yang sudah ada menjadi lebih baik lagi , tingkatkan  dan luaskan  penelitian terapi plasma yg dirintis oleh Ejkman. Jadikan  sebagai standar prosedur resmi untuk  terapi penanganan corona di RS . Cukupkan ventilator  dan dokter2 sudah lebih berpengalaman selama ini .Jadi rakyat tenang harus sehat , boleh sakit tapi kalau sakit tidak akan mati ( bisa sembuh ) .Artinya sewaktu-waktu psbb lagi tidak susah , anggap dinamika kehidupan jangan jadi beban .

Ada pengertian umum agar kita lebih yakin untuk lebih berani: ( rakyat maupun petugas )

Bangsa kita  ini bangsa yang kuat menderita.Bangsa kita  ini bangsa yang kaya  sinar matahari , corona takut sinar matahari.Bangsa ini makan empon-empon, sejak lahir corona tidak suka empon-empon.Bangsa ini disuntik vaksin BCG ketika masih kecil. Ada penelitian dimana negara yg melaksanakan  imunisasi BCG sejak lama korban corona hanya 1/6 di banding dengan negara yg tidak pernah vaksinasi BCG.Maka tidak ada alasan kita menunggu lebih lama lagi Kalau ekonomi  menggeliat kita akan cepat hidup seperti dulu bahkan harus lebih baik dari dulu.

Bagaimana caranya Bangkit? Kita butuh memrubah cara berpikir ,

  1. Pemerintah dan rakyat harus bersatu dalam satu komitmen bahwa kita harus memulihkan keadaan secepat kita bisa tanpa mengabaikan kesehatan.
  2. Pemerintah dalam membuat kebijakan sebaiknya tidak memperberat beban rakyat. Mereka sudah cukup menderita. Dan rakyat itu tulang punggung negara . Kalau rakyat lemah   ketahanan nasional juga lemah .Saat ini sebagian dari mereka ,  tidak punya uang tidak punya kerja.  Bahkan utk keperluan makan . Sebagian dari mereka yg mampu membagikan makanannya untuk mereka yang tidak mampu. Politicall will pemerintah untuk melindungi  rakyatnya langsung sangat penting untuk memperkuat  kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.
  3. Kalau rakyat percaya penuh dg pemerintah maka saya yakin untuk bangkit sekarangpun kita bisa, disana kita menang.
  4. Jangan takut. Hilangkan ketakuran kecemasan yang tidak perlu terhadap corona. Apa yang ditakuti ? Kita bisa melalui dalam beberapa bulan ini dengan sangat lumayan.Angka-angka laporan Kemenkes tidak menunjukkan perburukan penularan Hanya menunjukkan data kumulatif dari awal Maret 2020.Yang jelas  didalam laporan harian itu yang berhasil disembuhkan semakin banyak dan yang meninggal  lebih sedikit .

Kata WHO penularannya  eksponensial tapi kalau kita lihat pada kasus pertama yg di umum kan presiden waktu itu (ada  dua org  perempuan). Setelah ditelusuri ODP nya yg positif ketularan hanya dua org dari 80 orang . Padahal kebersamaan mereka tanpa masker cukup lama ruangan  itu .

Artinya hanya 2 dari 80 org tertular . Hitungan kasar penularannya hanya 2.5% .Sekarang kita punya kira2 269 ribu odp ,( di laporan harian kemenkes)  kalau itu di pertiksa semua maka kita akan punya gambaran seperti apa penularannya. Jadi tidak perlu takut  tapi tetap ” *eling lan waspodo*Eling itu inget masih dalam masa pandemi , dan waspodo itu harus tetap mengikuti protokol psbb yg dilonggarkan sesuai anjuran pemerintah.

Setelah kita yakin , eling lan waspodo  ayo kita bangkit  untuk membangun kembali peradaban dengan menggerakkan kehidupan sosial  dan roda ekonomi .

Kata   Xi Jinping , corona adalah perang. Bill Gates juga mengatakan  ini seperti perang dunia kedua. Maka kita sekarang harus punya mindset perang, terhadap virus, terhadap ketakutan, terhadap keterpurukan, terhadap kebingungan .

Inget justru negara kita merdeka setelah perang dunia kedua, Maka dalam peperangan ini  kita harus berani mengambil resiko untuk menang.

Ayo kita bangkit sekarang juga  bangsa Indonesia, gerakkan warga dengan cara yg sehat dan  aman,  untuk gerakan pembangunan ekonomi  rakyat  yang mandiri . Kita harus  hidup yang lebih baik lagi.

Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona, silakan download aplikasi Alodokter di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi Alodokter, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Sumber:

https://m.harianjogja.com/news/read/2020/05/17/500/1039457/tulis-surat-dari-rutan-siti-fadilah-supari-nyatakan-jangan-menunggu-vaksin-yang-belum-tentu-cocok. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *