Pengprov Cabor Tolak SK Gubernur Tentang Penjadwalan Ulang Porprov ke XVI tahun 2020

oleh -662 views

PADANG, Sumbartoday.net – Menyikapi tentang dikeluarkannya Surat Keputusan(SK) Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, tentang penundaan atau Penjadwalan Ulang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov) ke XVI dan XVII tahun 2020 menjadi pelaksanaanya pada tahun 2022, dan tahun 2024 membuat beberapa Pengurus Provinsi( Pengprov) cabang Olahraga di Sumbar, mengelar rapat bersama untuk menindak lanjuti perihal SK Gubernur Sumbar tersebut, yang bernomor 436-381-2020.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia ( Pertina) Sumbar, Yogi P Tobing, dalam penjelasanya saat rapat bersama dengan para Pengprov Cabor se Sumbar, mengatakan, ini merajuk dari SK Gubernur Sumbar Bapak Irwan Prayitno, yang menyatakan penjadwalan ulang Porprov ke XVI sepertinya, ini bukan penjadwalan ulang, namun seakan berkesan seperti menghilangkan satu putaran Iven Terbesar Provinsi ini, kalau penjadwalan ulang, tidak harus seperti ini, mestinya ada kami dibawa rapat bersama dan juga bukan sejauh ini, Penjadwalan ulangnya, minimal pada tahun 2021, dan pelaksanaanya itu terserah kapan bulan dan tanggalnya.

” Ini bukan penundaan namun seperti menghilangkan satu periode Porprov, dan ini sangat bermpak kepada para atlet Sumbar,” terang mantan altet tinju Sumbar ini.

Hal senada juga disampaikan Ediswal, selaku pengurus cabang olahraga Gulat, menurut Ediswal Dt. Panduko Sutan, kalaulah Porprov ini ditunda, boleh saja tapi jangan harus tahun 2022, minimal tahun 2021, agar pembinaan tidak terputus, dan kalau pembinaan terputus maka akan banyak hal yang akan terjadi nantinya seperti, kefakuman yang imbasnya atlet akan kehilangan kesempatan memperlihatkan apa yang dipelajari dari pelatih selama ini.

Kemudian pasti, akan muncul gejolak dari para atlet karena Iven yang mereka tunggu dihilangkan satu putaran, kalaupun nantinya Porprov tetap dilaksanakan bersama itu tidak akan menjadi permasalahan, karena pembinaan tanpa pertandingan hasilnya tidak akan memuaskan, sebab hasil akhir dari pembinaan adalah pertandingan.

” Hasil akhir dari sebuah latihan adalah pertandingan, jadi jangan dihilangkan Porprov tahun 2020, boleh ditunda tapi minimal tahun 2021 dilaksanakan, apakah bersama itu terserah,dan jangan sampai semua hilang gara gara penundaan yang terlalu lama ini,” terang Ediswal.

Kemudian Pemerhati Olahraga Sumbar, DR.Damrah juga menambahkan, kita telah rugi dan kiatnya adalah kita harus hearing ke DPRD Provinsi, agar hal ini tidak merugikan para atlet, dan suara Porprov ini berasal dari KONI Kabuoaten dan Kota, dan penundaan ini tidak ada yang dua tahun, dan juga penundaan ini tidak mengundang KONI Kabupaten dan Kota di Sumbar.

Selanjutnya, mungkin suara kita dapat kita usulkan ke DPRD Provinsi, agar pelaksanaan Porprov jangan diundur sampai tahun 2022 karena ini terlalu lama dan sangat riskan dengan para atlet dan pembinaan atlet, karena waktu dua tahun itu sangat panjang bukan pendek.

” Semoga asprirasi dan suara kita bersama ini dapat ditampung oleh anggota DPRD Provinsi, agar Porprov dapat lagi kita laksanakan,” imbuh DR.Amrah.

Rahmat Wartiwa, selaku perwakilan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI) Sumbar, menyampaikan, ini adalah hak kita bersama, dan mengkaji tentang SK Gubernur, perihal penundaan Porprov tahun 2020 menjadi tahun 2022. Apa yang kita lihat disini adalah bukan penundaan tapi menghilangkan satu putaran Iven Porprov di Sumbar, kita tahu olahraga adalah pengendalian dari generasi muda untuk menghindari kenakalan remaja.

Keprihatinan kita bersama, ada apa dengan SK Gubernur Sumbar ini, kita bukan bermaksud lain, kita hanya menginginkan jangan sampai pembinaan olahraga terhenti atau tertunda, dikarenakan oleh sebuah SK yang saya pandang tidak sesuai dengan keinginan kita bersama selaku insan olahraga di Sumbar.

Kemudian tentang SK, yang berbunyi tentang Penjadwalan Ulang, tapi harusnya penundaan dan juga tidak harus dua tahun, ini sangat aneh dan sangat aneh sekali tambah Bang Adek, sapaan akrab Rahmat Wartira.

” Kita tetap berireontasi dengan Olahraga, dan tidak ada unsur politiknya, kemudian dengan Diktumnya tidak menghilangkan satu putaran Porprov, mari bersama sama kita pertahankan hak kita bersama selaku pelaku dan pembina olahraga,” tegas Bang Adek.

Sementara itu, beberapa Pengprov lainya, juga memberikan masukan dan aspirasi Meraka, yang mana intinya, menolak dengan penjadwalan ulang Porprov, dan meminta kalaupun ditunda minimal tahun 2021 Porprov ke XVI wajib dilaksanakan. ( Aca )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *