Pengaruh Wabah Covid-19 terhadap ketahanan Negara Kita

oleh -40 views

Bukan Tiongkok, Jokowi “Dipeluk” Amerika Serikat?

PADANG,SUMBARTODAY-Siang ini, Minggu 31 Mei 2020 saya menerima sebuah ispirasi dari pemikiran atau opini Anton Permana (Tanhana Dharma Mangrwa Instutue) yang berkaitan dengan Dahsyatnya serangan covid-19 terhadap ketahan nasional di Indonesia.

Dari hasil pemikiran dan tulisan itu menyebutkan, serangan wabah covid-19 ternyata sangat efektif dan presisi merontokan perekonomian dua kelompok negara di dunia, yaitu negara-negara kelompok kapitalis pro Amerika serta 24 negara debitur yang berhutang kepada cina.

Dampaknya adalah, negara kapitalis yang pro Amerika akan terjadi penggerusan pertumbuhan perekonominya yang sangat signifikan. Untuk negara debitur pada cina terancam gagal bayar dan disita seluruh aset vital negaranya.

Di Indonesia, dampak covid-19 ini juga sangat beragam dan efektif melemahkan ketahanan nasional secara menyeluruh. Seakan, memberikan peluang seluas-luasnya kepada kelompok anasir tertentu melakukan agenda terselubung, yaitu agenda terselubung kelompok untuk membajak negara.

Karena posisinya rakyat lemah, para aktifis lemah, aparat sibuk bertempur bersama petugas kesehatan.

Semua sumber daya negara terkuras untuk menangani wabah covid-19 ini.

Bagi masyarakat awam, covid-19 ini adalah musibah dan pukulan berat. Tapi, bagi kelompok China Komunis dan elit kekuasaan di Indonesia, Pandemi Covid-19 ini adalah “Ladang” Keuntungan yang melimpah untuk meraup keuntungan luar biasa sambil melumpuhkan seluruh sendi ketahan negara yang kita kenal dengan istilah “Asta Gatra” yaitu yang terdiri dari “Tri Gatra” Sumber Kekayaan Alam, Geografis dan Demografis serta Panca Gatra.

Yang terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, hukum, pertahanan keamanan dan sosial budaya, atau yang disingkat “Ipoleksusbudhamkam”. Karena, dampak pukulan wabah covid-19 ini membuat rakyat sekarat, dan negara selemah-lemahnya.

Contohnya adalah, secara sumber kekayaan alam dengan disahkannya undang-undang MINERBA oleh DPR RI dimasa wabah ini menjadi payung hukum yang cangih untuk menguasai segala apa yang ada di darat, dilaut, dibawah laut dan di udara dinegara yang bernama Indonesia ini, Baik itu tambang, mineral, batu bara, yang begitu kaya dimiliki bangsa ini.

Namun, sebentar lagi akan menjadi bancahan para elit global dan kelompok oligarki dalam negeri.

Secara demografis, saat ini adalah saat yang paling tepat melakukan infiltrasi, TKA China sebanyak-banyaknya untuk menggeser polulasi penduduk indonesia. Karena wabah covid-19 membuat masyarakat takut keluar rumah dan stay at home.

Maka, momentum ini dimanfaatkan untuk lalu lalang migran asing masuk indonesia.

Banyak kita dapatkan informasi di sosial media bagaimana serbuan TKA China ini hampir setiap hari masuk melalui bandara tengah malam, disaat semuanya terlelap tidur.

Tujuannya apa..,? yaitu untuk kedepan membuat perimbangan komposisi suara pemilih di pemilu 2024. Bahkan ada yang mengatakan, target mereka adalah 50 juta jiwa sampai tahun 2024 ini masuk ke Indonesia, Sudah sama dengan jumlah gabungan penduduk pulau Sumatera dan Sulawesi Jika Ini terealisasi, habis sudah negeri negara kita…!!!

Secara geografis, terjadinya mobilisasi dan penguasaan daerah penggiran Indonesia, serta pelabuhan dan garis pantai strategis di pulau-pulau terbesar Indonesia.

Mirip..! dengan teori bubur panas ala “mao tse tung” sang pemimpin komunis China. yang dikenal istilah dari desa mengepung kota. Dari daerah pinggiran mengepung pusat kota.

Secara ideologis, munculnya draft rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) hasil inisiasi anggota DPR RI adalah fakta empirik bahwasanya ada gerakan sistematis dan kuat untuk menjadikan RUU HIP ini sebagai pintu masuk secara legal dalam mengeleminir agama dan dasar negara ketuhanan yang maha esa, menjadi yang beraroma sosialis komunis. Yang jelas kita sebagai Pribumi tidak diperbolehkan mempergunakan hasil kekayaan alam kita, kita hanya boleh menjadi tenaga kasar, seperti kata LUHUT,” tenaga kerja Indonesia belum mampu, kita akan pindahkan teknologi dulu baru kemudian para china akan dikembalikan ke negaranya”. Ini adalah sebuah kata kata manis untuk membujuk agar tidak terjadi arus protes, agar pengusaha china yang telah di undang tidak dirugikan…biarlah kerugian menjadi bagian dari pribumi…

Tidak hanya itu, dalam draft rancangan undang-undang HIP ini juga ada upaya kuat untuk menghapus Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966 sebagai konsideran agar komunis bisa hidup ribuan lagi di Indonesia. Tak peduli, secara hirarki perundangan TAP MPRS hanya bisa dihapus juga melalui lembaga yang satu tingkatan yaitu MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Sedangkan, MPR saat ini adalah MPR sebagai lembaga tinggi negara.

Kalau ini sempat terealisasi, maka luka lama bangsa ini akan terkoyak lagi. PKI akan kembali hidup di Indonesai, dan ini sama saja setelah DPR-RI sengaja memantik potensi perang saudara yang bisa berujung disintegrasi bangsa. Secara politik, mengamputasi trias politika sebagai bentuk dan identitas sebuah negara demokrasi.

Yaitu.., mengamputasi kewenangan legislatif melalui pengesahan perpu nomor 20 tahun 2020, dimana mengakibatkan legislatif kehilangan hak budgetingnya, dan memberi sistim kekebalan hukum bagi pemerintah selama wabah Covid-19 ini.

Ini jelas sebuah bentuk “Abuse of Power” dan jelas mengarah kepada sistim kekuasaan tunggal bagi pemerintah.

Dimana, sistim seperti ini hanya ada pada negara komunis dan monarki. Seangkan Indonesia adalah negara hukum yang berkedaulatan rakyat. Ini jelas sekali bertentangan dengan konstitusi negara indonesia.

Secara ekonomi, musibah ini berhasil meluluh lantakkan perekonomian nasional, memiskinkan yang sudah miskin, memiskinkan yang sebelumnya kuat. Sehingga tidak ada lagi kekuatan ekonomi lain, selain ekonomi kelompok elit yang tersentralistik di kekuasaan.

Secara perekonomian negara embuat negara menuju gagal bayar, atas segala utang, bunga dan kewajiban kepada investor, dan hal ini lah yang paling krusial. Karena semua aset vital negara yang menguasai hajat hidup oarang banayak, beralih “Dengan Mudah” dan halus kepada kelompok elit investor yang dominan dikuasai komunis China.

Saat ini saja, seluruh bentuk APD semua berasal dari China yang transaksinya triliyun rupiah.

Kelumpuhan ekonomi nasional akibat wabah covid-19, bukan dijadikan momentum konsolidasi nasional untuk berdikari. Tetapi malah menjadi pintu recovery menambah hutang.

Wabah covid-19 saat ini, semakin membuat negara kita terpuruk, terancam bangkrut, gagal bayar dan akhirnya terpaksa menyerahkan anggunan aset vital bangsa kepada investor China.

Secara hukum, tingkat kriminalitas meningkat tinggi, pasca dilepassnya secara sepihak oleh menkumham 29 ribu narapidana. Penegakan hukum tebang pilih, kritikan dan perbedaan pendapat dijadikan seolah sebuah bentuk kejahatan.

Diskriminasi hukum semena-mena, akibat penegak hukum tunduk dan menjadi alat kekuasaan. Secara pertahanan, terjadinya pemangkasan secara besar-besaran terhadap anggaran pertahanan untuk pergesaran alokasi anggaran buat penanganan covid-19. TNI lebih disibukan menjadi supporting tim kesehatan.

Biasanya, dalam perang TNI terdepan dan TIM kesehatan menjadi supporting di belakang. Disaat wabah ini kesehatan yang berada di depan TNI yang support di belakang.

Begitu juga dalam agenda latihan gabungan, latihan bersama juga banyak terancam tidak jadi terlaksana.

Tentara tanpa ada kalender latihan tahun ini bisa sangat berbahaya, semoga saja kondisi ini tidak mengurangi kesiap siagaan TNI kita terhadap ancaman pertahanan yang multi komplek, baik dari luar maupun dalam negeri. Baik ancaman perang fisik maupun non fisik. Sosial budaya, terputusnya silaturahmi, komunikasi lintas masyarakat oleh ancaman ketakutan wabah virus.

Khususnya umat Islam terpisah dari rumah ibadahnya, ulamanya dan ukhuwah berjamaahnya. Sehingga ummat Islam tercerai berai bagai buih dilautan, Mesjid di tutup, shalat jumat berjamaah ditiadakan, ceramah tablik akbar dilarang, perayaan Idul Fitri pun tidak dibolehkan.

Begitu sempurna, mau berkumpul dan konsolidasi tidak bisa, terkunci oleh aturan PSBB yang akhirnya hanya bisa menonton negeri ini bergerak entah kemana.

Mau teriak di sosial media ada ancaman undang-undang ITE. Masyarakat hari ini seakan dipaksa merubah budaya prilakunya, yang paling dominan adalah ketergantungan kita semua akan perangkat komunikasi handphone, dan internet atau kehidupan dunia maya.

Masyarakat seperti ingin dijauhkan dari kehidupan spiritualnya. Seperti, menutup masjid, tidak bisa berkumpul kayak tabligh akbar, atau berinteraksi dengan kiyai dan ulamanya. Semuanya dengan alasan wabah covid-19.  Pada Intinya masyarakat sedang digiring menjadi masyarakat dunia maya saja atau e-citizen. Menjahui kehiduapan nyata yang bermuatan nilai kehidupan spritual. Menjauhkan masyarakat dari kehidupan agama secara halus. Beginalah dampak serangan wabah covid-19 ini, sebuah serangan non militer yang presisi dan mematikan.

Tanpa mengeluarkan biaya invansi militer yang besar, tanpa mengirim tentara dan peralatan tempur, tanpa menembakkan rudal dan peluru satu butir saja. Tapi bisa melumpuhkan dunia dan mematikan negara yang ketahanan nasional negaranya rapuh. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepan pasca Ccovid-19. Tapi yang jelas, satu persatu sendi ketahanan nasional kita sudah dipreteli oleh para penghkianat negeri.

Jangan bicara konsep kewaspadaan nasional sebagai “Early Warning System” tak ada lagi kepemimpinan nasional yang akan mengkoordinir mengarahkan sistem manajemen nasional secara berwibawa. Wabah covid-19 ini seakan ikut juga mematikan hati, logika, nalar dan rasa patriotisme nasionalisme bangsa. Seakan, wabah covid-19 ini memang diciptakan sebagai serangan dadakan dari sebuah agenda neo kolonialisasi terhadap dunia, termasuk Indonesia.

Yang seharusnya terpikir oleh kita adalah:

  1. Saiapakah yang sedang bermain..???
  2. Siapakah King Makernya..???
  3. Siapakah decision makernya..???
  4. Saiapakah Operatornya…???

Jika kita tidak berusaha mencari tahu, jika kita hanya menunggu, suatu saat waktu tetap akan menjawabnya.

Sebagai rakyat yang setia dan cinta kepada negara ini. Inilah saatnya bersiap-siaga, persiapkan seluruh kemampuan yang ada. Karena, rapuhnya ketahanan negara kita ditambah lagi akibat serangan Covid-19 dapat menjadi lampu kuning buat kita yang berfikir kritis. Untuk itu selalu persiapkan diri sampai suatu pada suatu saat, bumi pertiwi memanggil kita.

Berikut ini mari kita pahami beberapa pertanyaan seputar diskusi dikalangan WAG yang akan menjawab pertanyaan kita dari Awal sampai Z terkait fitnah yang sedang terjadi mempergunakan issue seputar Corona/Covid-19.

  1. Sebenarnya ini virus berbahaya atau tidak sih? Jawabannya : Seorang pakar virus Dr Indra Cahyono Mengatakan bahwa virus ini sifatnya self limited desease. Artinya manusia bisa sembuh sendiri dengan antibodi yang dimilikinya.. Bagi yang punya penyakit berat mmg rentan. Namun tidak selamanya membawa kematian.
  2. Tapi banyak korban diberitakan di televisi? Jawabannya : Kalau kamu titip duit sama temanmu untuk kerjasama bisnis. Lalu dia malah kabur membawa 20juta uangmu. Hilang kontak dan kabur. Lalu 1 th kemudian datang dan menawarkan investasi bisnis lagi. Apa kamu masih percaya? Tentu TIDAK bukan? Kecuali kamu punya riwayat kelainan.

Lha kemarin media-media TV menipu kamu terang-terangan. Mengatakan yang datang di aksi 212 cuma ribuan, padahal yang datang jutaan. Lalu nipu lagi saat PILPRES. Lalu memberitakan fitnah bahwa HRS melakukan chat mesum, mereka juga dulu yang menghabisi Aa Gym, mereka juga yang terus-terusan memberitakan islam radikalis teroris. Sama mereka yang fasik ini kamu juga percaya omongannya tentang berita corona? Semoga kamu tidak memiliki kelainan.

  1. Tapi nyatanya banyak perawat dan tenaga medis meninggal? Jawabannya : Ya Allah.. mereka khan meninggal karena kecapean. Semua orang ketakutan sehingga yang flu sdikit lapor RS, yang demam ringan langsung dibawa ke Rumah Sakit. Kamu tahu akibatnya?

Jumlah pasien flu dan masuk angin meningkat, tapi jumlah perawat itu-itu aja. Akibatnya mereka berjaga siang malam… Lelah dan akhirnya collapse. Bukankah ini juga yg disinyalir menjadi sebab kematian 600 petugas KPPS saat PILPRES 2019?

  1. Tapi WHO mengumumkan bahwa ini pandemi lho? Jawabannya: Apalagi WHO badan dunia internasional lho.. Bukan lembaga main-main. Kamu tahu WHO itu dibawah apa? Itu badan kesehatannya PBB. Kamu tahu PBB itu siapa? PBB itu alatnya amerika dan beberapa negara-negar besar lainnya untuk mengendalikan dunia. Kamu tahu Amerika itu siapa? Amerika itu dikuasai YAHUDI ISRAEL. Kamu tahu apa yg dilakukan PBB ketika saudaramu di Rohingya dibantai, di Uyghur disiksa, saudara- saudaramu di Palestina dibom setiap hari.. Saudara- saudaramu di Suriah dibunuh secara sadis? Bukankan PBB diem saja? Kepada pembunuh kejam inikah kau percaya?
  2. Lalu apa maksud dan tujuan virus ini? Jawabannya: Tiada lain adalah ketakutan para elit global akan kebangkitan umat islam yang sudah didepan mata. Mereka begitu takut umat islam bersatu, berkumpul menyuarakan keadilan sebagaimana di acara 212 dan belahan bumi lain. Begitu maraknya orang berbondongibondong masuk islam di eropa, masjid-mesjid ramai dan gereja-gereja sepi. Bahkan salah seorang staf ahli israel HARRY KISSINGER mengatakan bahwa berdasarkan penelitian mendalam, bahwa tahun 2022 umat islam akan bangkit dan bersatu, dan saat itu negaranya (israel) akan hancur. Israel, atau yahudi sangat ketakutan dengan hal ini. Apalagi didalam hadist dikatakan bhw setiap 100 th, Allah akan membangkitkan seorang mujadid dalam agama ini. Artinya siklus kebangkitan umat islam itu per seratus tahun. Jika dulu khilafah islamiyah di dinasti usmani, runtuh di turki karena operasi inteligen yahudi thn 1924. Artinya 100 tahun kemudian adalah 2024. Dan tentu dari skrg lah.. Mereka berupaya menahan kebangkitan umat islam dg berbagai cara. Agar mundur gak jadi thn 2024.
  3. Tapi nyatanya benar lho banyak yang mati karena corona seperti di Italia?

Jawabannya : Masyaallah ketinggalan berita ya? Justru sekarang parlemen italia sedang menuntut pemerintah nya agar jangan menipu lagi dengan angka-angka bodong. Agar mereka menghentikan penipuan massif. Parlemen italia telah membongkar bahwa yang mati ribuan itu adalah fiktif dan yang jadi korban positif corona dan meninggal adalah sekitar 6%. Itupun dari 6%, yang meninggal karena punya penyakit bawaan berat adalah 93%, sisanya yang murni corona.

Di DIY pun sama. Dari 200 org yang dinyatakan positif corona, yang meninggal hanya 8. Itupun membawa penyakit berat.

  1. Tapi kok beritanya heboh?

Jawabannya : Kok kamu masih percaya sama berita? Khan sudah dibahas di pertanyaan nomor 2.

  1. Bagaimana kita menyimpulkan bhw ini ditujukan pd umat islam? Bukankah gereja2 juga sepi? Jawabannya : Bagi yahudi, gereja rame atau sepi gak masalah. Tapi bagi Yahudi, kalau sholat subuh umat islam sudah kayak sholat jumat, mereka gak akan bisa tidur. Buktinya… Aceh yang aman dari corona, malah dimasukkan zona merah. Padahal dari sekian juta penduduk Aceh, yg mati cuma 10 itupun sekali lagi ada penyakit bawaan yang berat. Kenapa? Karena Aceh itu provinsi terislami untuk saat ini di Indonesia.

Sekarang ulama-ulama Jawa Timur menyerukan supaya karpet masjid digelar lagi… Supaya kembali lagi sholat berjamaah, kembali menyelenggarakan pengajian-pengajian lagi.. Eeeeh tiba-tiba langsung diumumkan bahwa jawa timur masuk zona hitam. Supaya apa? Supaya umat islam menjauhi masjid, kembali kerumah masing2, supaya umat islam tidak berkumpul-kumpul dan Islam nggak jadi bangkit.

  1. Tapi banyak ilmuwan dan dokter mengatakan bahwa ini penyakit berbahaya?

Jawabannya : Berdasarkan data statistik kesehatan, di indonesia orang mati karena TBC itu 300 orang SETIAP HARI. Dan orang mati karena rokok itu 600 orang setiap hari. Dalam sebulan, di indonesia ada 18.000 orang mati karena rokok. Apakah ini gak lebih berbahaya?

  1. Tapi fatwa ulama Bagaimana? Mereka orang-orang alim, banyak para ahli lho?

Jawabannya :  Nyatanya beberapa ulama kita bisa dibeli kok. Pilpres kemarin buktinya . Bukankah ulama kita masih manusia bukan nabi? Dan mungkin bisa keliru. Kelirunya ulama ini berpahala. Ijtihad itu klo salah tetap dapat pahala satu. Kalau benar, pahalanya dua. Lagi pula fatwanya juga banyak menimbang dr berita-berita yang muncul dimedia (yang terindikasi adalah penipu). Ulama-ulama didaerah saja banyak yang tidak sepakat dengan fatwa mui. Bahkan ulama internasional gak sepakat..

Bukankah nabi berkata, ketika dajjal turun, ada seorang yang merasa imannya paling kuat mendatangi dajjal, namun malah terlena dan terbius akhirnya jadi pengikutnya Dajjal.

  1. Jadi ini permainannya dajjal kah? Jawabannya : Lah siapa lagi?? Baca dong surat Al kahfi ayat 1 sd 10 biar selamat dari fitnah dajjal. Terutama ayat yang keempat.

Katanya kalau pengen selamat dari dajjal (sang penipu) kudu hafal ayat-ayat itu. Memang ayat itu membahas apa? Inti dari ayat 1 sd 10 al kahfi adalah di ayat yang ke empat. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak” orang yahudi mengatakan uzair anak Allah.. Orang nasrani mengatakan Isa anak Allah. Nasrani itu amerika. Yahudi itu Israel. Makanya lambang mata uang 1 dolar Amerika malah gambarnya mata satu (dajjal) ada logo piramid.. Jaman Firaun dan nabi musa. Padahal pengikut nabi musa disebut bani Israel.

  1. Terus kita harus ngapain sekarang?

Jawabannya :

  1. Jika kita akan pergi ke mall boleh, ke pasar boleh dan ketempat-tempat lain boleh.. Silakan ke masjid. Ikuti protokoler kesehatan yang ditetapkan masjid. Hargai pengurusnya dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
  2. Adakan kembali majlis2 taklim sesuai ketentuan yg aman.
  3. Buka lock down. Toh TKA-TKA China bebas masuk Indonesia kok. Sementara kamu mengurung diri. Ini negaramu, Bukan milik orang china. Kenapa China di-bebas-kan. Dan kita malah kayak dipenjara dirumah.
  4. Hindari perdebatan dan kegaduhan. Sosialisasikan dengan santun dan baik. Pelan-pelan, Jangan dengan frontal serta kekerasan.
  5. Hanya dengan ber-Iman dan ber-Islam yang dilakukan dengan benar dapat menyatukan manusia di dunia, itulah penyebab mereka yang menganggap diri mereka sebagai musuh Islam, berusaha untuk melemahkan imannya umat Islam. sebagai umat Islam kita harus bangkit, jangan loyo, manut dengan aturan lucu yang dibuat mereka yang memanfaatkan issue Covid sebagai ladang keuntungan. sebagai contoh diatas dan satu contoh lucu yang terjadi dimesjid disaat umat islam sedang sholat mengikuti protokol kesehatan, wartawan malah berdesak-desakan. oleh sebab itu hanya berimanlah dengan benar benar beriman, Corona tidak akan mendekati kita, yakinlah!!!!.(Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *