Keberanian Kapolda Sumbar Ungkap Mafia Tanah Didukung Masyarakat Kota Padang

oleh -75 views

PADANG,SUMBARTODAY– Kebijakan Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto M.H untuk menghentikan penyelidikan dan penyidikan seluruh laporan Lehar Cs atas kepemilikan tanah di empat kelurahan membawa angin segar bagi masyarakat kota Padang, khususnya bagi yang merasa memiliki tanah yang menjadi objek sengketa tersebut.

“Kepemilikan tanah di empat kelurahan (Dadok Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Air Pacah, Koto Panjang Ikua Koto) di Kota Padang yang di Klaim Lehar Cs sebenarnya tidak masuk akal”. ucap ketua LSM KOAD

Menurut Indrawan ketua LSM KOAD (Komunitas Anak Daerah), “jika kita melihat sejarah perkembangan setiap Nagari di Ranah Minang, tidak pernah ada sebuah nagari yang dikuasai hanya oleh satu suku atau kaum saja”.

“Biasanya setiap akan membuka daerah baru selalu melibatkan empat suku induk yang ada di ranah minang seperti Koto, Piliang, Bodi dan Chaniago beserta seluruh atau sebahagian turunan suku tersebut”.

“Oleh sebab itu tidak masuk akal jika lehar memiliki tanah seluas 765 Ha dan berani melakukan klaim atas tanah yang telah dihuni oleh berbagai suku tersebut”, ulasnya

Menurut informasi yang didapat selama Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Aanak Daerah melakukan investigasi atas peristiwa langka tersebut, didapat informasi bahwa dahulu disaat penjajahan Belanda pernah ada sidang sengketa dengan perusahaan belanda, disaat itu masyarakat suku/kaum diwakili oleh seorang wakil bernama Ma’boet, hanya saja, disaat itu mungkin ada yang terlupakan seperti surat-menyurat bahwa beliau sebenarnya mewakili atau mendapat kuasa dari beberapa kaum yang sudah menguasai dan menempati tanah tersebut.

Sehingga ketika menang dalam persidangan adalah atas nama Ma’boet sendiri, pada hal dia hanya mewakili berbagai suku yang menguasai tanah tersebut, demikian diceritakan oleh Syafril/Pirin salah seorang pemilik tanah dari suku Koto yang berlokasi disamping SPBE SMS dengan memperlihatkan sebuah serat kesepakatan antara Lehar dengan Syafril.

Kapolda Sumbar  kejar mafia tanah yang sudah meresahkan masyarakat.

Namun  sebaliknya Polda Sumbar akan melanjutkan kasus baru terlapor Lehar Cs yang berkaitan dengan mafia tanah. Hal ini ditegaskan Kapolda Toni melaui video conference penyelesaian kasus tanah Lehar, Jumat (17/4/2020).

Dalam acara Vicon tersebut, “Telah terjadi Error in Objecto, khususnya dalam berita acara Angkat Sita tahun 2010 serta tunjuk batas 2016 melalui peta gambar Panitera Pengadilan Negeri Padang yang digunakan oleh Lehar Cs sebagai bukti dasar kepemilikan tanah yang di kalim milik kaumnya.”Sebenarnya bukti tersebut tidak cukup”, ungkap Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto .

Video conference ini diikuti langsung Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan Djalil beserta jajarannya; Tenaga Ahli Iing R. Sodikin Arifin, Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, Raden Bagus Agus Widjayanto, Staf Khusus Menteri Bidang Penanganan Sengketa Konflik Tanah dan Ruang, Hary Sudwijanto. Serta, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kepala Kanwil BPN Sumbar Saiful, dan Wali Kota Padang.

Irjen Pol Toni Harmanto juga menegaskan, kasus Lehar Cs tidak berhenti begitu saja dengan pemberian status hukum penghentian penyelidikan dan penyidikan laporan Lehar Cs yang berjumlah sembilan buah laporan.

Namun, jajaran Direskrim-um Polda Sumbar akan melanjutkan kasus baru, atas terlapor Lehar Cs yang berkaitan dengan mafia tanah.

“Kita sudah memetakan pihak-pihak yang pernah diintimidasi Lehar Cs. Intimidasi dengan cara mengganti sejumlah uang atas objek tanah yang dipersoalkan Lehar Cs, atau ancaman pemblokiran dan sebagainya. kasus Ini menjadi kasus baru terkait mafia tanah, kami akan lakukan penyelidikan dan penyidikan”, ungkap Kapolda Sumbar.(Red)

Ketua LSM KOAD mengapresiasi keberanian Kapolda Sumbar. Baru kali ini, sejak Kapolda Sumbar dijabat oleh Irjen Pol Drs Toni Hermanto M.H masyarakat memili harapan lagi.

Masyarakat perlu mendukung langkah Kapolda Smbar ini agar kasus tanah yang di Kalim oleh lehar berakhir dan  tuntas, uangkap Indrawan

Lebih lanjut ketua LSM KOAD mengatakan,

“kami dari LSM KOAD sangat berharap kasus-kasus besar yang selama ini tidak bisa ditembus oleh masyarakat kecil karena kuatnya jaringan mereka yang bermain dengan hukum, bagaimana tidak, mereka tidak segan-segan menggelontorkan uang yang banyak untuk memenangkan kasus mulai dari kepolisian sampai ke pengadilan, apalagi jika sudah melibatkan tanah yang luas, pemodal besar akan sangat senang dan menjadikan hal ini ladang bisnis, mungkin ini yang disebut Mafia tanah tersebut” ungkapnya.

“Saya pernah diajak oleh salah satu mafia tanah tersebut di sebuah Hotel ternama di kota Padang, guna membicarakan masalah tanah Lehar tersebut. Saya sempat kaget, bahwa mereka tidak segan-segan untuk melakukan perikatan jual-beli melalui seorang notaris coboy yang berada dikota Padang atas sebuah objek tanah yang dikuasai salah seorang dari suku koto yang bernama Syafril/Pirin” jelasnya.

“LSM KOAD menghimbau seluruh masyarakat yang tanahnya bermasalah dengan Lehar untuk mendukung kebijakan Kapolda Sumbar ini. kita kawal bersama agar kasus ini bisa bermuara ke pengadilan” katanya menyudahi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *