Komisi V DPRD Sumbar : Anggaran Kami Yang Mengatur, Porprov diundur tahun 2021

oleh -521 views

PADANG,SUMBARTODAY.NET – Usai mengikuti Hearing dengan Anggota DPRD Sumbar Komisi V Bidang Olahraga, Senin(6/7) di Gedung Rapat Utama DPRD Sumbat. Perwakilan Pengurus Provinsi ( Pengprov) Cabang Olahraga, Rabu( 8/7) bertempat di Kantin Telkom Sumbar, memberikan keterangan pers kepada Wartawan Olahraga, dengan dihadiri oleh, Pertina diwakili Togi P Tobing, PGSI Sumbar, diwakili Drs.H.Ediswal Dt.Panduko Sutan, Soft Tenis, Dr.Damrah, IPSI, Rahmat Wartira dan PTMSI, Muta.

Pada kesempatan tersebut, selaku juru bicara Togi P Tobing, mengatakan, kalaupun Porprov diundur, minimal tahun 2021 harus dilaksanakan Porpprov, agar pembinaan bagi para atlet tidak terputus, seandainya diundur menjadi tahun 2022, maka banyak aspek yang akan terjadi seperti, kefakuman imbasnya atlet akan kehilangan kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan yang telah diterima dan dilatih oleh pelatih mereka selama ini.

Ditambahkan Togi, hasil akhir dari sebuah latihan adalah Iven atau pertandingan yakni Porprov, maka jangan ditunda pelaksanaan ini. Intinya menurut Togi, tim DPRD Sumbar Komisi V, mendukung semua apa yang dicanangkan dan diprogramkan oleh semua Pengprov, selanjutnya sebagai perwakilan Bidang Olahraga di DPRD, kami akan bicarakan kembali, mengenai Porprov ini, karena tidak mungkin Porprov tidak dilaksanakan, kalaupun dilaksanakan harus tahun 2021, ujar Togi menambahkan.

” Intinya Komisi V DPRD Sumbar, mendukung semua apa yang kami usulkan tentang Porprov, dan menekankan kalau Porprov, harus tahun 2021 bukan tahun 2022,” tambah mantan Petinju Sumbar ini.

Ketua Harian IPSI Sumbar, Rahmat Wartira, juga menambahkan, kalau SK 426 Gubernur Sumbar H.Irwan Prayitno adalah cacat hukum, karena dalam rapat terakhir pada tangal 27-28 Desember tahun 2019 di Jitel Axana Padang. dan setelah dilihat dan dipelajari oleh semua anggota DPRD Sumbar Komisi V, maka keputusan tentang SK 426 cacat hukum, karena dalam rapat tersebut, hanya membahas tentang tuan rumah bersama Porprov tahun 2020 di Pasaman dan perlu ditinjau ulang kembali, dan ditegaskan oleh Komisi V , penggangaran Porprov harus dilaksanakan pada tahun 2021, dan tidak boleh tidak, dan itulah kesepakatan bersama saat Heraing antara Penprov Cabor dan DPRD Sumbar Komisi V, pada hari Senin(6/7) di Gedung Rapat Utama.

” SK tersebut cacat hukum dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena apapun bentuknya semua SK pasti akan ada ulasan kalau nanti ada kesalahan dalam SK ini maka dikemudian hari akan ada perubahan dan di SK 426 tersebut itu tidak ada, dan setelah dipelajari oleh Komisi V DPRD Sumbar, maka juga dinyatakan SK tersebut cacat hukum dan perlu ditinjau ulang kembali,” ujar Damrah geram.

Selaku atlet dan juga Sekum PGSI Sumbar, Ediswal juga menjelaskan, rusak genearsi muda kususnya atlet, dengan pengunduran Porprov yang dinyatakan melalui SK 426 Gubernur Sumbar, dan juga bukan hanya atlet, tapi generasi muda juga banyak yang akan mendapatkan dampak negativ dari pengunduran Porprov ini sepeti mahasiswa UNP yang biasanya labor mereka juga dipergunakan untuk kegiatan Porprov, ini salah satunya,

” Jangan sampai Porprov ditunda, karena dampak dari hal itu, atlet dan generasi muda akan menjadi hilang kendali dalam keseharian, atlet akan mundur dari prestasi sedangkan generasi muda seperti mahasiswa akan kehilangan gairah dalam pengelolaan bidang olahraga mereka,” ulas Ediswal.

Kemudian DR.Damrah yang juga Dosen UNP Padang selaku Ketua Umum Soft Tenis Sumbar, juga menjelaskan perihal SK 426 Gubernur Sumbar, menurut Komisi V DPRD Sumbar, Porprov harus dilaksanakan pada tahun ini, karena inilah ajang bagi para atlet dan kemudian masalah dana KONI dan Dispora Sumbar, jangan memikirkan, karena dana kami di DPRD yang memikirkan.

” Jangan Fikirkan Anggaran karena Dispora dan KONI Sumbar, tidak bisa dengan itu, biar kami di DPRD yang memikirkan, itulah ulasan Komisi V DPRD Sumbar, saat Heraing ke dua dengan Pengprov Cabor se Sumbar,” ucap Damrah.

Di akhir cerita Effendi, selaku Ketua Harian Pertina mengatakan, saya secara pribadi kecewa dengan KONI Sumbar, yang tidak ada rasa tanggung jawab terhadap para atlet yang akan bertanding di Porprov, KONI Sumbar hanya diam dan tidak ada respon apapun dengan adanya permasalahan ini.

” Saya kecewa dengan KONI Sumbar, yang hanya diam melempem dengan kondisi akan diundurnya, Porprov menjadi tahun 2022,” tegas Effendi.(Aca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *