Polda Sumbar Berbenah, E.Dumas Siap Terima Aduan Masyarakat

oleh -76 views
PADANG,SUMBARTODAY-Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto MH menyadari betul bahwa saat ini dunia industri tengah memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. Tak hanya ramai jadi perbincangan dunia, tapi gaung soal industri generasi keempat ini juga terus dibahas di Indonesia.
Berbarengan dengan itu Toni Harmanto juga begitu menyadari bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya sudah mulai terbiasa menggunakan teknologi, namun belum memanfaatkannya secara optimal.
Terlebih dalam urusan produktivitas yang dapat mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. Karena itulah, sebagai institusi pelindung pengayom dan pelayan masyarakat Kapolda Sumbar telah melengkapi institusi yang dipimpinnya itu dengan layanan serba digital.
Layanan digital terbaru yang diluncurkan Polda Sumbar kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.IK pada Pionir, Jumat 10 Juli 2020, adalah aplikasi layanan digital E-Polda Sumbar yang memberikan pelayanan digital, baik secara internal maupun masyarakat luas, yang diluncurkan pada momen perayaan HUT Bhayangkara ke-74 di Markas Polda Sumbar, Rabu 1 Juli 2020.
“Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perubahan yang begitu cepatnya di era digital saat ini. Poinnya adalah, perubahan yang mengubah kita sendiri, dan revolusi industri itu mau tak mau harus kita hadapi sekarang,” kata Satake.
Terkait aplikasi E-Polda Sumbar yang baru diluncurkan itu kata Satake menjelaskan, aplikasi ini akan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin membuat pengaduan masyarakat secara daring. Mulai dari pengaduan tindak pidana hingga pengaduan oknum anggota kepolisian yang nakal.
“Semua pengaduan itu akan ditindaklanjuti dengan baik sesuai prosedur yang ada. Laporan masuk akan langsung diproses secara seksama,” ujat Satake menegaskan.

Dikatakakannya, aplikasi ini juga dilengkapi pemetaan mulai dari titik kebakaran hutan, lokasi rawan serta penempatan anggota kepolisian terdekat.

“Aplikasi ini juga dilengkap panic button, yang bermanfaat dalam kondisi darurat. Panic button ini akan memberikan sinyal butuh pertolongan dan petugas terdekat akan mendatangi korban,” kata Satake Bayu.
Ia megatakan, aplikasi ini terintegrasi antara pelayanan dan internal kepolisian sendiri sehingga mengubah kinerja yang berbasis digital sesuai kemajuan zaman.
“Saat ini aplikasi E-Polda Sumbar sudah dapat diunduh di aplikasi telepon pintar melalui play store. Dalam aplikasi ini ada sejumlah layanan mulai layanan kepolisian seperti E-Dumas, E-Office, E-Kinerja, Survei, pemberitaan Polda Sumbar dan lainnya,” beber Satake memberikan informasi.
Ia pun berharap aplikasi E-Polda Sumbar ini dapat meningkatkan kinerja personel polisi dan mempermudah pelayanan langsung kepada masyarakat.
Indrawan ketua LSM KOAD yang selama ini aktif dalam melakukan kegiatan investigasi kejahatan serta pelanggaran korupsi di Sumbar menyambut baik terobosan serta langkah maju Polda Sumbar.
“Selama ini kami dari LSM sulit mengontrol laporan yang kami laporkan, sepertinya agak dipersulit untuk melakukan pengawasan dari tiap laporan yang kami laporkan, dengan adanya E-Dumas ini kita bisa langsung melapor ke Kapolda”, katanya berharap
Akhir-akhir ini, Polda Sumbar dihadapkan kepada masalah kebijakan pejabat sebelumnya, Saya sebagai pelapor kasus-kasus proyek pasar Banda Buek serta terkait dengan Bank Nagari. merasa diabaikan,
” Terkesan menutupi, Gelar perkara yang diadakan tidak mengundang saya sebagai pelapor, sehingga akibatnya keputusan yang diambil bertentangan dengan surat-surat yang telah dikeluarkan sebelumnya, saya bisa terima, jika kita jujur dan sama sama paham, semua..bisa disepakati, kenapa harus diam-diam “, kata Indrawan aktivis LSM tersebut.
Saya berfikir, jika dibiarkan akan membuat Institusi Polda Sumbar tercoreng malu, “Sebuah keputusan penetapan tersangka dapat dibatalkan hanya karena ada pihak lain yang harus dibela, masyarakat bebas menilai, bisa saja ada udang dibalik batu. sepertinya akal sehat sengaja diabaikan, jabatan bukan lagi menjadi jaminan, dimana Oknum yang sudah berpangkat Komisaris Besar saja, sudah tidak merasa bersalah membuat nama Institusi setingkat Polda tercoreng, karena surat yang dikeluar saling meniadakan/membatalkan, saya berharap semoga untuk kedepannya kita hati hati dalam menulis surat keputusan jika akan membuat pihak lain dirugikan”, jelasnya lagi
Saya masih berusaha menghubungi, namun saat dikontak via Wa dan meminta untuk melakukan konfirmasi, Wa saya di blokir, apa boleh buat akhirnya saya buat laporan ke Kapolda Sumbar, melalui surat dan E Dumas.
“Saya sebagai aktivis LSM sudah mempergunakan fasilitas yang disediakan Polda Sumbar tersebut, saya berharap hasilnya akan kelihatan berbeda dengan yang sebelumnya”. katanya
Semoga dengan adanya E-Dumas ini, masyarakat semakin mudah untuk melapor, sehingga mavia kasus akan ketakutan rahasianya terbongkar”, pungkas Indrawan ketua LSM KOAD. (Red)
(sumber Pionirnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *