Bank Nagari kebobolan, Keamanan Uang di Bank Nagari Perlu Dipertanyakan

PADANG,SUMBARTODAY-Kasus kehilangan uang nasabah di Bank Nagari Cabang Balimbing meresahkan masyarakat. uang nasabah hilang hanya dengan berbekalkan buku tabungan dan foto copy KTP.

Warga yang mengetahui heboh, sebagaian warga Kota Padang mempertanyakan keamanan uang mereka di Bank Nagari milik rakyat Sumatera Barat tersebut.

Pencurian yang dilakukan secara palsukan tanda tangan tersebut, telah menguras uang nasabah hingga puluhan juta rupiah.

Pelaku melancarkan aksinya dengan buku tabunggan, foto copy KTP yang dia dapatkan dan cara memalsukan tanda tangan untuk tarik tunai. Modus pelaku berinisial FF (36)  juga membawa seorang nenek untuk meyakinkan kasir bank.

“Tersangka sebelumnya sudah mendapatkan buku tabungan dan kartu tanda penduduk korban. Kemudian melakukan tarik tunai di kantor cabang Bank Nagari Belimbing, Padang,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Selasa (18/8/2020).

Melalui Kuasa Hukumnya, nasabah Bank Nagari yang uangnya dibobol maling Rp 75 juta tersebut melakukan somasi ke pihak Bank Nagari. Nasabah yang merupakan seorang PNS, Y (56) melayangkan somasi untuk mengembalikan uangnya dan meminta bank meminta maaf secara tertulis.

“Kita sudah layangkan somasi ke pihak bank agar meminta maaf secara tertulis serta mengembalikan dana yang dibobol,” kata kuasa hukum korban, Missiniaki Tommi Rabu (19/8/2020).

Tommi mengatakan jika somasi tidak diindahkan maka pihaknya akan menempuh jalur hukum. Tommi menilai adanya kesalahan fatal pihak bank yang mencairkan uang kliennya kepada pihak lain dengan hanya berbekal buku tabungan dan foto copy kartu tanda penduduk dengan cara palsukan tanda tangan kliennya.

“Perlu dijelaskan bahwa pelaku mencairkan uang klien kami hanya berbekal buku tabungan dan foto copy KTP. Kemudian memalsukan tandatangan klien. Uang dicairkan,” kata Tommi.

Tommi menduga ada kelalaian pihak bank yang tanpa Standar Operasional Prosedur (SOP) mencairkan uang milik kliennya. Dan ketika kami konfirmasi ke Bank Nagari Kantor Cabang Pembantu Belimbing mendapat perlakuan yg kurang bagus dari pimpinan disana dengan bersikeras mengatakan petugasnya sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menyalahkan klien kami dalam pencairan dana tersebut. Tanpa pernah mau menpertemukan kami degan teler yang mencairkan dana tersebut.

“SOP bank sudah jelas bahwa untuk menarik uang di teller harus memakai KTP asli yang bersangkutan. Ini hanya berbekal foto copy bisa dicairkan,” kata Tommi kesal.

Kuasa Hukum Missiniaki Tommi, SH juga sudah melaporkan kejadian ini kepada Direktur Kriminal Khusus Polda Sumatera Barat dengan No.: 058/SL.PGN/MT-TM/2020 Hal : Laporan Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Perbankan. Padang, 14 Agustus 2020

Atas laporan di atas Infobanua.co.id sudah berusaha komfirmasi ke pihak Humas Bank Nagari M Riza Harry Susanto dalam hal SOP dari Pihak Bank. “kita pelajari laporan itu dulu, dalam artinya sidik kasus pihak kami dulu dan nantik kami kaji,”tutupnya. (15/08/2020)

Hingga berita ini diturunkan hari ini (19/8) pihak Bank Nagari belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait persoalan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, uang nasabah Bank Nagari sebesar Rp 75 juta dibobol maling dengan memalsukan tanda tangan untuk menarik tunai uang di rekening bank itu.

Lanjut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan peristiwa terjadi pada 12 Agustus lalu sekitar pukul 14.55 Wib pada saat itu korban Y mendapatkan pemberitahuan melalui SMS banking dari bank Nagari dengan isi SMS tersebut berupa pemberitahuan penarikan tunai sebanyak 3 ( tiga kali) dengan jumlah nominal Rp 75 juta.

Korban terkejut dan kemudian menghubungi Call Center dari Bank Nagari tersebut.

“Saat korban menelpon Call Center tersebut pihak bank Nagari menyampikan bahwa tidak ada penarikan dan korban kemudian cek dompetnya yang berisi buku tabungan ternyata hilang,” kata Rico.

Karena merasa tidak puas korban mengeceknya ke Bank Nagari Cabang Pondok dan ternyata memang ada penarikan di kantor Bank Nagari Cabang Belimbing.

Korban mengaku sebelumnya ada melakukan kegiatan di kantor Lurah Limau Manis Selatan, lokasi yang diduga tempat dompetnya hilang.

“Setelah mendapatkan laporan, tim melakukan penyidikan dan akhirnya pada 13 Agustus ditangkap FF (36) yang merupakan pegawai honorer kantor lurah,” jelas Rico.

Saat ini, kata Rico, tersangka FF sudah ditahan di Mapolresta berikut dengan barang bukti berupa buku tabungan, foto copy KTP dan motor tersangka. (telah tayang 19 Agustus 2020 di Infobanua.co.id, sumber berita Infobanua.co.id)

(Dikutip dari Nasional.Tempo.com berita diposkan 15 April 2015 lalu)

Seorang nasabah Bank Nagari cabang Bukit Tinggi (PT BPD Sumatera Barat) melapor ke Kepolisian Resor Bukittinggi setelah uang tabungan senilai Rp 350 juta raib di rekeningnya.

Nasabah bernama Edison, 53 tahun, itu mengetahui uang di tabungannya hilang pada 13 April 2015. “Saya terkejut setelah menarik uang di salah satu ATM di Padang sebesar Rp 2 juta, Senin kemarin. Di dalam struk penarikan itu saldo rekening berkurang drastis,” ujar Edison, Selasa, 15 April 2015.

Edison mengaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bank Nagari cabang Bukit Tinggi. Menurut keterangan pihak Bank Nagari, kata Edison, ada seseorang yang mengaku bernama Edison melakukan penarikan uang dengan buku tabungan di Kantor Bank Nagari cabang Solok pada Jumat, 10 April lalu. Pihak bank juga menyertai bukti penarikan tersebut.

Penarikan itu dilakukan dua kali. Awalnya ditarik sebesar Rp 50 juta pada pukul 09.00 WIB. Beberapa menit kemudian, ditarik lagi Rp 300 juta. “Yang Rp 300 juta ini setelah ditariknya, dimasukkannya lagi ke rekening Bank Nagari atas nama Reski Santoso,” ujar Edison.

Menurut Edison, pelaku menggunakan buku tabungan dan kartu tanda penduduk palsu. “Karena buku tabungan dan ATM ada sama saya. Tak pernah tercecer,” ujarnya. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata tanda tangan di KTP asli yang dimiliki Edison berbeda dengan KTP yang digunakan pelaku.

“KTP-nya palsu. Wajah di dalam KTP itu bukan wajah saya. Tapi dia masih bisa ambil uang. Aneh sistem bank ini,” ujarnya. Edison mengaku telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Ia berharap kasus ini bisa segera diselidiki.

Sekretaris Perusahaan Bank Nagari Azmi membenarkan memang ada kejadian tersebut. Ada penarikan uang di kantor cabang Solok sebesar Rp 350 juta. Namun saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari Bank Nagari cabang Bukit Tinggi. “Kami masih menunggu laporan resmi. Sebelum dibawa ke kepolisian akan kami pelajari dulu,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Bukittinggi AKBP Amirjan membenarkan adanya laporan pembobolan bank di Solok yang korbannya merupakan nasabah di Bukittinggi. “Kami akan telusuri kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya.

Korban Pembobolan Rekening Rp75 Juta Laporkan Bank Nagari ke Polda Sumbar

Nasabah yang menjadi korban pembobolan rekening dengan modus pemalsuan tanda tangan, sebesar Rp75 juta, melaporkan Bank Nagari ke Polda Sumbar.

 

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, korban melapor didampingi penasehat hukum ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar.

 

“Iya, ditangani di Polda, tapi laporannya masih dalam bentuk laporan pengaduan,” kata Satake melalui sambungan telepon, Rabu (19/8/2020) sore.

Rico mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 12 Agustus 2020, sekitar pukul 14.55 WIB.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Uang Nasabah Bank di Sumbar Dibobol Rp 75 Juta, Pelaku Palsukan Tanda Tangan dan Bawa Seorang Nenek Editor: Miftah

Penasehat Hukum korban, Missiniaki Tommi mengatakan, laporan ini terkait adanya dugaan kelalaian dari petugas Bank Nagari sehingga rekening kliennya dapat dibobol dengan mudah. “Ini terkait dugaan kelalaian,” kata Missiniaki, Rabu (19/8/2020)

Dia mempertanyakan bagaimana SOP (standar operasional prosedur) Bank Nagari sehingga uang dengan nominal sebesar itu bisa dicarikan dengan mudah oleh pelaku. “Apalagi pelaku hanya melakukan penarikan dengan fotokopi KTP tanpa memperlihatkan KTP asli pemilik rekening dan menggunakan tanda tangan palsu,” ulasnya.

Selain itu, lanjut dia, pemilik buku tabungan itu merupakan seorang perempuan. Namun, yang melakukan penarikan adalah seorang laki-laki. Meskipun pelaku membawa seorang perempuan tua, kata Missiniaki, apakah pihak Bank Nagari tidak memastikan orang yang melakukan penarikan dari fotokopi KTP tersebut.

“Itu yang kita uji, sejauh mana kelalaian yang dilakukan oleh Bank Nagari. Kita lihat saja hasil penyelidikan polisi,” katanya.

Ditambahkan, selain melaporkan ke polisi, dia dan kliennya juga akan menggugat Bank Nagari secara perdata. “Namun, kita berharap ini dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.

Pelaku pembobol rekening tersebut telah ditangkap Polresta Padang, Kamis (13/8/2020). Pelaku diketahui sebagai pegawai honorer di kantor Lurah Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh.

Diduga dia mencuri dokumen identitas dan ATM korban, ketika korban ada urusan di kantor lurah tersebut. Pelaku melakukan penarikan tunai sebanyak 3 kali di Bank Nagari Belimbing. (sumber Padang kita Rabu, 19/08/2020 | 20:43 WIB).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Refresh