Perempuan asal Pessel terima Upakarti Indonesian dari Presiden

oleh -81 views

Padang – Novia Hertini perempuan asal Pesisir Selatan terima Apresiasi dan Upakarti Indonesian Design Selection Tahun 2020 dari Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan batik Lumpo serta membuka peluang kerja yg bernilai ekonomis.

Dalam Jumpa Pers nya di Hotel Grand Zuri Padang (12/12/2020), Novia yang juga merupakan seorang Desainer Kondang itu jiwanya merasa terpanggil ketika pada tahun 2013 pulang ke kampung halamannya di Nagari Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan setelah sekian lama berada di rantau orang.

“Mengadu nasib di Rantau dan meninggalkan kampung halaman tetapi  tidak juga ada perobahan,
Sesuai dengan latar belakang saya sebagai fashion designer saya memberanikan diri untuk membangun sebuah industri kecil yg berbasis kemasyarakatan,

“Saya pun berniat untuk membentuk perkumpulan batik karena melihat potensi daerah, mengumpulkan ibu ibu yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, petani dan pengumpul getah” kisahnya.

 

 

Lanjut Novia, Awalnya maksud saya ini tidak mendapat respon dan banyak penolakan dari masyarakat, mereka berpikir bahwa saya memanfaatkan mereka untuk kepentingan politik,tetapi berkat keyakinan, perjuangan keras dan negoisasi saya berhasil meyakinkan masyarakat yang dibantu oleh para Wali Nagari sekabupaten Pessel, Saat itu saya berhasil mengumpulkan anggota sebanyak 45 orang.

“Dengan modal dan alat seadanya saya mulai mengajarkan dan melatih masyarakat, semua ini saya lakukan adalah salah satu bentuk pengabdian saya pada kampung halaman,juga untuk membuka lapangan usaha baru dan peluang kerja bagi masyarakat putus sekolah” tuturnya.

“Menjadikan Nagari Lumpo menjadi desa wisata yang inovatif dan kreatif, mengurangi dan memanfaatkan limbah usaha perkebunan rakyat agar memiliki nilai ekonomis (Bahan baku pewarna batik alami).

Menstabilkan harga komoditi lokal (Gambir,Pinang, Coklat) Sehingga sektor Industri Hulu dan Hilir di Kabupaten Pesisir Selatan semakin berkembang dengan memproduksi Batik dengan pewarna alami dari Gambir” ungkapnya.

Adapun keberhasilan yang telah raih adalah lebih dari 300 orang telah dididik dari Tahun 2014-2020 yang masih aktif sampai saat ini ada 113 orang (10 kelompok) sudah membuka peluang usaha baru.

Membangun Nagari Lumpo yang merupakan Desa tertinggal menjadi desa inovatif dan teladan.

Selama Pandemi Covid 19 dari Bulan Maret dan Agustus kegiatan produksi Batik terhenti dan beralih ke produksi pembuatan APD, IKM, Baju Hazmat JPD, Jaket pelindung diri dan Masker sehingga ekonomi tetap berjalan.

“Selain memproduksi batik untuk pasar umum Batik Lumpo juga mendapat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar untuk memproduksi baju seragam batik untuk siswa SMK dan SMA” tutupnya. (Yeni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *