Academy PSP Padang Incar Gelar Terbaik Di Linus 2017

PADANG, Sumbartoday.net, Semakin mematangkan persiapan untuk menuju laga Kompetisi Suratin 2017. Tim Academy PSP Padang, dibawah asuhan pelatih Satria Ferri, David, Dky Jamalis dan Buya Faisal, yang bakal menargetkan juara untuk tingkat Sumbar ini, Kamis(16/3)dilapangan PSTS Tabing Padang, gelar latihan teknik menyerang dan bertahan.

Dalam sesi latihan, yang disaksikan langsung oleh, Maestro sepakbola Kota Padang dan Sumbar, H.Suhatman Imam dan Direktur Academy PSP Padang H.Agus Suardi(Abien)tim yang kini telah berdiri selama dua tahun yang bermaskas di Lubuk Buaya Padang ini, semakin memperlihatkan kualitas permaian mereka. Ditambah dengan adanya dua pemain yang juga ikut seleksi Timnas U-19 tahun, Jumara Arsyad dan Dion, beberapa waktu yang lalu di Pekanbaru.

Direktur Academy, PSP Padang Abien, dalam kesempatan itu mengatakan, usai mereka menjuarai kejuaraan di Sumani-Solok, beberapa waktu yang lalu, saya melihat peningkatan yang sangat luar biasa dari semua pemain, semoga untuk kompetisi Suratin nanti, mereka dapat menjadi yang terbaik, dan memperlihatkan bahwa mereka buka isapan jempol semata, ujar mantan kiper PSP Padang, era 80an ini, kepada Sumbartoday.net.

Senada dangan apa yang dikatakan Abie, Suhatman Imam, dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan, secara pribadi, saya selalu mengikuti tim ini kemanapun mereka berlaga, dan saya juga yakin, kalau mereka bermain dengan seperti apa yang di insturksikan oleh pelatih mereka, maka gelar yang terbaik akan mampu mereka raih, ulasnya.

Sementara itu, Jumara Arsyad dan Dion, dalam kesempatan usai latihan, ketika ditanya tentang pengalaman mereka dalam mengikuti seleksi Timnas U-19 tahun mengatakan, kami sangat banga dapat mengikuti seleksi tersebut, dan kami juga sangat mengerti inilah seleksi yang sesunguhnya, yang mana kalau kita lalai atau tidak mendengar sedikit saja, maka kita akan ketingalan instruksi berikutnya, intinya seleksi adalah uji kemampuan kita pribadi, dan bukan uji kemampuan siapa dibelakang kita, terang mereka berdua sambil tersenyum, kepada Sumbartoday.net. ( Aca )

Ditetapkan 14 Tersangka Sopir Angkot VS Ojek Online, Tanggerang

Tanggerang, sumbartoday, Polres Metro Kota Tangerang menetapkan 14 tersangka dari 18 sopir yang diamankan pada Kamis (9/3) lalu setelah terjadi bentrokan antara sopir angkot dengan pengemudi ojek berbasis aplikasi daring sehari sebelumnya.

“Yang ditetapkan jadi tersangka 14 orang dan empat orang lainnya tidak terbukti ikut melakukan perbuatan pidana,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang, AKP Arlon Sitinjak di Tangerang, Rabu (15/3).

Arlon mengatakan seorang sopir angkot menjadi penggerak saat kericuhan sopir angkot dengan ojek online di Kota Tangerang. “Yang diduga sebagai penggerak adalah REU alias R,” ujarnya.

Sementara, pihak yang menjadi eksekutor saat aksi ricuh tersebut berinisial MC, PP, JS, YS, PA, MT, EH, DT. Selain itu, RA, NB, IS, JL, AN merupakan tersangka yang juga membawa senjata tajam.

Sebelumnya, sopir angkutan umum dan pengemudi ojek online di Kota Tangerang, Banten, Rabu (8/3) bentrok dengan saling lempar batu di Jalan M Toha Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk yang merupakan imbas dari aksi mogok angkutan umum menolak keberadaan transportasi online. Akibat kejadian tersebut sejumlah angkot rusak dan beberapa orang terluka.Sumber (Antara)

Satker BWSS V Halalkan Proyek Amburadul

PARIAMAN, SUMBARTODAY – Proyek yang berada dibawah pengawasan dan tanggung jawab Satuan kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera V(Satker BWSS V) khususnya bagian irigasi dan rawa diduga kuat banyak terjadi penyimpangan dan bermasalah. Mulai dari pengerjaan rehab saluran irigasi  PT. Wijaya KS, irigasi sekunder oleh  PT. Hutama Karya serta irigasi tersier oleh PT. Sujainko.

Terakhir dari pengerjaan irigasi tersier di Pauh Kamba, Pariaman, oleh PT Sujainko banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan baik dari segi  pekerjaan yang diduga tidak memenuhi standar sampai pada pembayara sub-sub kontrak.  Saat ini proyek saluran irigasi tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Warga sekitarpun  menyayangkan kapan saluran irigasi ini dapat dimanfaatkan oleh warga  untuk pengairan sawah mereka.

Dari pantauan sumbartoday.net  kelokasi, didapati banyaknya item pekerjaan yang terbengkalai dan tidak dapat diselesaikan. Seperti pintu pembagian air kesawah-sawah sebanyak 42 buah masih belum terpasang, dinding saluran irigasi banyak yang terkelupas, bahkan menurut keterangan warga setempat, yang sempat bekerja pada proyek irigasi ini meragukan irigasi ini dapat terselesaikan dalam jangka 3 tahun, karna para pekerja proyek ini sering berganti-ganti karena ketidakcocokan upah.

Disamping itu upah bagi kontraktor yang mengerjakan sub pekerjaan beberapa item proyek,  serta mengisi material banyak yang  tidak kunjung terselesaikan bahkan belum dibayar.

Menurut  Edo salah satu kontraktor yang menerima sub pekerjaa dari PT. Sujainko menyayangkan sikap yang diambil PT ini. “Sudah dua minggu ini saya menunggu kebijakan dari PT. Sujainko agar dapat membayarkan uang saya sebesar 350 juta. Saya masih menagih uang saya tersebut,” ucap Edo kepada sumbartoday di basecamnya PT. Sujainko.

Dari informasi  didapati bahwa kontraktor pelaksana PT. Sujainko yang sehari-hari dipanggil Can diduga kuat merupakan orang kepercayaan dan mempunyai akses langsung kepada Yuliadra, ST, MT selaku satuan kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera V(Satker BWSS V).

Sampai berita ini diturunkan belum satupan tanggapan atau bantahan dari Yuliarda mengenai proyek tersebut, kami sebagai awak media sudah beberapa kali menghubungi, yang bersangkutan tidak mau menerima konfirmasi bahkan pesan singkatpun tidak kunjung dibalas. (Chairur)

 

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Refresh