Dugaan Pungli Di SMPN 29 Nanggalo Padang

PADANG, SUMBARTODAY-Dugaan pungli yang ada di SMPN 29 Nanggalo Padang,  tercium setelah beberapa wali murid mengeluhkan kepada Sumbartoday.net tentang tindakan oknum pengajar disekolah itu.Ada saja modus yang mereka pergunakan agar dapat mengais keuntungan dari muridnya.Mulai dari berupa sumbangan,pengadaan computer, penjualan LKS yang sekarang diganti dengan nama lain yaitu Bahan Ajar(BA) sampai pembangunan jembatan pun masih dipungut juga kepada muridnya.

Beberapa wali murid membeberkan kepada media ini bahwa setiap hari ada saja biaya yang mereka kucurkan guna kelangsungan kegiatan belajar anak mereka.Salah seorang wali murid mengatakan”saya jadi curiga terhadap oknum guru pengajar disekolah ini,ada saja uang yang harus saya keluarkan hampir setiap hari,mulai dari sumbangan yang dipungut tiap hari 1000,sampai dengan pengadaan komputerpun masih diberatkan kepada siswa”terangnya seraya meminta agar namanya jangan dituliskan.Dia takut kalau ketahuan oleh pihak sekolah anaknya diintimidasi oleh oknum guru disekolah itu.

Saat sumbartoday  melakukan konfirmasi dengana Riswandi S.pd M.pd  selaku kepala sekolah menjelaskan,

”Semua pernyataan wali murid itu tidak benar,kalau masalah pungutan untuk pengadaan computer itu benar,tapi itu semua telah disetujui komite dan tarifnya pun tidak dipatokan sesuai kemampuan saja”jelasnya pada Rabu (08/03)  diruangangnya kemarin.

Riswandi menambahkan “terkadang saya bingung terhadap tindakan wali murid disekolah ini,semua ini sesuai dengan persetujuan komite dan  wali murid tapi kenapa beberapa wali murid ini selalu saja menyalahkan pihak sekolah,dan bukan sekali ini saja media datang kesekolah ini”tukuknya.

Pada hari yang sama Sumbartoday.net  juga mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Ramson M.pd selaku Kabid dikdas menerangkan” saya mengakui memang masih ada saja oknum guru melakukan pungutan terhadap muridnya apalagi daerah kecamatan XXX  dan saya sudah sering memperingatinya”jelasnya. ”terkait masalah pengadaan computer ,Dinas pendidikan tidak pernah menekankan kepada pihak sekolah apalagi memungut biayanya kepada wali murid,kalau memang terbukti saya akan memanggil kepala sekolah tersebut”tambahnya lagi.

Kalau memang ada kegitan pungli dilingkungan sekolah ini jelas oknum guru tersebut sudah mengangkangi Pasal 9 ayat 1 Tentang peraturan kementrian pendidikan dan kebudayaan NO 44 tahun 2012. Dan pasal 423 KUHP tentang penyalah gunaan wewenang atau jabatan dengan maksimal pidana 6 tahun penjara.

Terkait masalah pungutan 1000/hari dengan modus sumbangan,kalau dikalkulasikan jumlahnya sangat mencengangkan dengan database murid 700 orang dengan rutinya pungutanya 3hari saja.Dan masalah pengadaan computer munurut wali murid mereka dikenakan tariff sesuai kelas,kalau untuk kelas satu dikenakan rata-rata Rp 175.000,/murid dan kelas II Rp 200.000/murid.Sementara itu saat  media ini melihat keruangan kelas  untuk melihat computer yang ada sebanyak 24 unit dalam kondisi baru.Kalau pengadaan computer ini sudah disetujui oleh komite sekolah,belum tentu disetujui oleh wali murid.

Ini akan menjadi PR bagi saber pungli yang baru saja dilantik oleh walikota padang guna menindak oknum atau penggiat pendidikan yang tidak bertanggung jawab ini. (Chairur)

Ditetapkan 14 Tersangka Sopir Angkot VS Ojek Online, Tanggerang

Tanggerang, sumbartoday, Polres Metro Kota Tangerang menetapkan 14 tersangka dari 18 sopir yang diamankan pada Kamis (9/3) lalu setelah terjadi bentrokan antara sopir angkot dengan pengemudi ojek berbasis aplikasi daring sehari sebelumnya.

“Yang ditetapkan jadi tersangka 14 orang dan empat orang lainnya tidak terbukti ikut melakukan perbuatan pidana,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang, AKP Arlon Sitinjak di Tangerang, Rabu (15/3).

Arlon mengatakan seorang sopir angkot menjadi penggerak saat kericuhan sopir angkot dengan ojek online di Kota Tangerang. “Yang diduga sebagai penggerak adalah REU alias R,” ujarnya.

Sementara, pihak yang menjadi eksekutor saat aksi ricuh tersebut berinisial MC, PP, JS, YS, PA, MT, EH, DT. Selain itu, RA, NB, IS, JL, AN merupakan tersangka yang juga membawa senjata tajam.

Sebelumnya, sopir angkutan umum dan pengemudi ojek online di Kota Tangerang, Banten, Rabu (8/3) bentrok dengan saling lempar batu di Jalan M Toha Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk yang merupakan imbas dari aksi mogok angkutan umum menolak keberadaan transportasi online. Akibat kejadian tersebut sejumlah angkot rusak dan beberapa orang terluka.Sumber (Antara)

Rekayasa Kredit 6 Milyar, Bank Nagari Dirugikan Lagi

PADANG,SUMBARTODAY-Kian terlihat kebobrokan oknum pejabat Bank Nagari yang sepertinya sengaja menggerogoti bank ini, demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan kemajuan Bank Nagari kedepan. Seperti yang dilakukan Maryanto, diduga kuat telah merekayasa kredit dengan nilai 6 miliar lebih pada saat menjabat Kepala cabang Bank Nagari Lubuk Basung.

Dari informasi yang didapat Sumbartoday, dugaan kredit rekayasa ini berawal saat diajukannya kredit dari sorang nasabah berinisial SY mantan anggota DPRD Kabupaten Agam ke Bank Nagari Lubuk Basung dengan nilai kredit 6 miliar lebih pada tahun 2012 lalu. 

Mengingat  tingginya  nominal kredit tersebut dan bukan menjadi kewenangan cabang Lubuk Basung, maka Maryanto menindaklanjutinya dengan mengajukan permohonan kredit tersebut ke kantor Pusat Bank Nagari di Padang.

Dalam prosesnya,  kredit tersebut tidak sesuai dengan penilaian pihak kantor Pusat Bank Nagari, hingga akhirnya kredit tersebut ditolak karena tidak memenuhi persyaratan. Namun belakangan diduga kuat ada indikasi kepentingan pribadi, Maryanto tetap mencairkan kredit tersebut dengan mengambil kebijakannya sendiri, yakni memecah kredit yang 6 miliar tadi kepada 26 orang nasabah yang juga diduga kuat, sengaja dicatut namanya oleh Maryanto.

Selang belakangan kredit ini mengalami kemacetan hingga diduga Bank Nagari Cabang Lubuk Basung mengalami kerugian sebesar 6 miliar lebih, belum termasuk bunga kredit serta provisi yang seharusnya menjadi hak Bank Nagari sampai saat ini.

Anehnya, kasus ini seperti didiamkan oleh pihak manajemen Bank Nagari dengan cara mempromosikan Maryanto untuk memimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya Padang, yang nota bene merupakan cabang yang lebih tinggi kelasnya dari cabang Lubuk Basung.

Saat kami minta untuk dikonfirmasi mengenai dugaan kredit rekayasa tersebut, Maryanto membantahnya, bahkan Maryanto menolak apa yang menjadi tanggung jawabnya tersebut.

“Saya sudah tiga tahun lebih tidak menjabat pimpinan Cabang Bank Nagari Lubuk Basung, jadi tidak menjadi wewenang saya untuk menjawab masalah itu, silahkan tanya langsung kepada Pimpinan Bank Nagari Cabang Lubuk Basung saat ini, sebab beliaulah yang lebih berhak menjawab semuanya,” jelas Maryanto melalui selulernya kepada Sumbartoday beberapa waktu lalu.

Sementara Pimpinan Bank Nagari Cabang Lubuk Basung saat ini setelah beberapa kali dihubungi melalui telpon tidak pernah menjawab, hal itu disampaikan oleh stafnya, bahkan saat ditanya salah satu pejabat yang berwenang di cabang ini, staf tersebut juga mengatakan tidak berada ditempat.  Anehnya tak satupun pejabat Bank Nagari Lubuk Basung ini, mulai dari pemimpin seksi hingga pemimpin cabang yang berada kantor melainkan dinas luar terus menerus, sehingga aktivitas Bank diserahkan sepenuhnya kepada bawahannya. Dari informasi staff Bank Nagari Lubuk Basung tadi, dicurigai, kuat dugaan kasus kredit rekayasa ini sengaja ditutup-tutupi.

Ditempat berbeda pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Padang, saat diminta tanggapannya tentang dugaan kasus rekayasa kredit yang merugikan Bank Nagari Lubuk Basung sebesar 6 miliar, menjelaskan bahwa, “hal tersebut sudah kami ketahui, untuk itu kami masih menunggu laporan tentang kasus tersebut,” ucap Wakil OJK Padang, Efrizal yang akrab dipanggil Can, melalui pesan singkatnya kepada Sumbartoday, Rabu (11/1). (Red)

Satker BWSS V Halalkan Proyek Amburadul

PARIAMAN, SUMBARTODAY – Proyek yang berada dibawah pengawasan dan tanggung jawab Satuan kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera V(Satker BWSS V) khususnya bagian irigasi dan rawa diduga kuat banyak terjadi penyimpangan dan bermasalah. Mulai dari pengerjaan rehab saluran irigasi  PT. Wijaya KS, irigasi sekunder oleh  PT. Hutama Karya serta irigasi tersier oleh PT. Sujainko.

Terakhir dari pengerjaan irigasi tersier di Pauh Kamba, Pariaman, oleh PT Sujainko banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan baik dari segi  pekerjaan yang diduga tidak memenuhi standar sampai pada pembayara sub-sub kontrak.  Saat ini proyek saluran irigasi tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Warga sekitarpun  menyayangkan kapan saluran irigasi ini dapat dimanfaatkan oleh warga  untuk pengairan sawah mereka.

Dari pantauan sumbartoday.net  kelokasi, didapati banyaknya item pekerjaan yang terbengkalai dan tidak dapat diselesaikan. Seperti pintu pembagian air kesawah-sawah sebanyak 42 buah masih belum terpasang, dinding saluran irigasi banyak yang terkelupas, bahkan menurut keterangan warga setempat, yang sempat bekerja pada proyek irigasi ini meragukan irigasi ini dapat terselesaikan dalam jangka 3 tahun, karna para pekerja proyek ini sering berganti-ganti karena ketidakcocokan upah.

Disamping itu upah bagi kontraktor yang mengerjakan sub pekerjaan beberapa item proyek,  serta mengisi material banyak yang  tidak kunjung terselesaikan bahkan belum dibayar.

Menurut  Edo salah satu kontraktor yang menerima sub pekerjaa dari PT. Sujainko menyayangkan sikap yang diambil PT ini. “Sudah dua minggu ini saya menunggu kebijakan dari PT. Sujainko agar dapat membayarkan uang saya sebesar 350 juta. Saya masih menagih uang saya tersebut,” ucap Edo kepada sumbartoday di basecamnya PT. Sujainko.

Dari informasi  didapati bahwa kontraktor pelaksana PT. Sujainko yang sehari-hari dipanggil Can diduga kuat merupakan orang kepercayaan dan mempunyai akses langsung kepada Yuliadra, ST, MT selaku satuan kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera V(Satker BWSS V).

Sampai berita ini diturunkan belum satupan tanggapan atau bantahan dari Yuliarda mengenai proyek tersebut, kami sebagai awak media sudah beberapa kali menghubungi, yang bersangkutan tidak mau menerima konfirmasi bahkan pesan singkatpun tidak kunjung dibalas. (Chairur)

 

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Refresh